PMM 55 UMM Sosialisasi Dampak Bullying di SDN 01 Plosorejo Kabupaten Blitar
TABLOIDMATAHATI.COM, BLITAR – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mempunyai program kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh mahasiswa (PMM) kegiatan tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Kegiatan ini juga sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dilaksanakan oleh Tim PMM Kelompok 55 UMM gelombang 2 dengan mahasiswa atas nama Khofifah Ulhak sebagai ketua pelaksana, Putri Azzura Kurnia Utami (Bendahara), Auliyyatul Fadhillah (PDD), Elsa Ayu Lestari (Sekretaris), Monica Aurerilia Fernanda (Humas). PMM 55 UMM berada dibawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Agustin DH, SE, MM, AK, CA, CSRS.CSRA. seb agai mtra PMM 55 UMM adalah SDN 01 Plosorejo, Kademangan, Kabupaten Blitar.
Program kerja (proker) PMM 55 UMM terkait perundungan dikenal sebagai bullying, adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik, maupun psikologis.
Korban perundungan merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya. Istilah “bullying” berasal dari Bahasa Inggris, yang mengacu pada perilaku banteng yang senang merunduk kesana kemari. Oleh karena itu tim PMM 55 UMM membantu pencegahannya melalui edukasi kepada siswa kelas 6 SDN 01 Plosorejo.

Materi yang dipaparkan ada video untuk membantu siswa-siswi memahami akan dampaknya bagi pelaku maupun korban. Tentu semua materi yang diberikan terdapat Undang-undang dimana siswa-siswi mengetahui seberapa berpengaruhnya tindakan bullying.
Pada tanggal 23 Januari 2024 Tim PMM 55 UMM yang telah menjalankan sosialisasi mengenai perundungan bullying dan juga menggelar fun game yang dilakukan pada siswa kelas 6 SDN 01 Plosorejo.
Fun game PMM 55 UMM berupa quiz yang terdapat beberapa nomor yang akan dipilih oleh siswa SDN 01 Plosorejo, lalu mereka yang memilih nomor tersebut. Jika tidak bisa menjawab pertayaan dari fun game tersebut mereka akan dikasih 1 permen dan 1 alat sekolah.
Tetapi di dalam game yang telah kami siapkan didalamnya juga ada beberapa zonk yang artinya mereka tidak bisa bermain kembali atau dengan artian mereka kami dikualifikasi atau gugur dan mereka yang mendapatkan zonk juga sama hadiahnya dengan anak yang tidak bisa menjawab pertayaan yang telah disiapkan. (rilis: pmm 55 umm gelombang 2)
