PMM 103 UMM Penyuluhan Kesehatan Cegah Hepatitis A di Pondok Pesantren
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan suatu kegiatan wajib yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang sebagai bentuk darma pengabdian terhadap masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) oleh PMM UMM gelombang 2, kelompok 103 dari Fakultas Kedokteran ini dilaksanakan pada tanggal 19 Januari – 19 Februari 2024.
PMM yang dilakukan ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan penyakit menular di pondok pesantren terutama Hepatitis A. Sebab di pesantren ada tradisi makan bersama dalam satu wadah (mayoran) dan penyakit kulit. Hepatitis A adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Penyakit Hepatitis A ini erat kaitannya dengan air atau makanan yang tidak aman, sanitasi yang tidak memadai, kebersihan pribadi yang buruk, dan pergaulan bebas. Pondok pesantren merupakan tempat yang berisiko karena banyaknya santri dengan latar belakang kesehatan pribadi, keluarga serta lingkungan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kami memilih pondok pesantren sebagai tempat penyuluhan kelompok PMM 103 lakukan, di mana pondok pesantren merupakan tempat seringnya penyakit kulit terjadi dan tradisi mayoran dilakukan.

Kelompok PMM 103 yang dibimbing oleh dosen pembimbing Iradhad Taqwa Sihidi, S.IP., M.A dan beranggotakan Ilman Muhammad Thalib (Koordinator), Yunita Almaulidah (Acara), Kencana Medica Bhakti Pertiwi (Sekretaris), Dioviene Avieva Sabililllah (Pubdekdok), dan Anky Cahyo Mahendra (Humas) melaksanakan PMM di pondok pesantren Ar-Rohmah Putri. Pondok pesantren Ar-Rohmah Putri merupakan pondok pesantren yang terletak di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Penyakit hepatitis juga merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang juga sering terjadi di Pondok pesantren. Hepatitis A dapat ditularkan melalui makan atau minum sesuatu yang terkontaminasi virus hepatitis A, seperti makanan atau minuman yang tidak dimasak dengan baik atau air yang tidak bersih. Selain Hepatitis A, salah satu contoh kurangnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang meningkat adalah penyakit kulit.

Perlu adanya Pemberdayaan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang merupakan prinsip dasar kesehatan yang mencakup perilaku pribadi, masyarakat, dan lingkungan sekitar pondok pesantren.

Kami kelompok PMM UMM gelombang 2, kelompok 103 melakukan penyuluhan mengenai pentingnya waspada hepatitis dengan menyampaikan pengertian, penyebab dan penularan, gejala, diagnosis, pencegahan hepatitis A.

Tak hanya itu, kami juga melakukan penyuluhan mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan juga praktek cuci tangan yang benar menurut universal precaution serta pemeriksaan fisik. Kegiatan ini diikuti oleh 138 santri dan mendapatkan sambutan yang baik dari para santri serta pengajar. (rilis: PMM UMM gelombang 2, kelompok 103)
