ISRA’ MI’RAJ
Oleh : H. Puguh Wiji Pamungkas, MM, Presiden Nusantara Gilang Gemilang, Founder RSU Wajak Husada
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Salah satu peristiwa bersejarah yang tetap akan di kenang sepanjang kehidupan umat manusia teruma Islam adalah peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Peristiwa yang terjadi pada tahun 621 M atau bertepatan dengan tahun ke 10 ke Nabian ini menjadi serentetan kejadian pada saat tahun kesedihan terjadi, yakni ketika Istri Nabi Muhammad SAW Siti Khadijah dan Paman nya Abu Thalib meninggal dunia.
Setidaknya ada tiga peristiwa besar yang mengiringi peristiwa Isra’ Mi’raj ini, yakni pertama mulai di syariatkannya sholat lima waktu, perintah yang langsung diberikan oleh Allah SWT saat Nabi melakukan perjalanan spiritual ke langit ke tujuh ini sekaligus menjadi sarana untuk “menguji” para sahabat dan kaum muslimin atas keteguhan Imannya selama ini kepada Allah SWT dan Rasulullah. Kedua, tiga tahun pasca peristiwa Isra’ Mi’raj ini Nabi Muhammad SAW mengalami sebuah transformasi kehidupan dan sosial dengan melakukan Hijrah ke Madinah, sampai pada akhirnya terbentuk tatanan negara baru disana dan Islam berkembang dengan begitu pesatnya. Ketiga, Bahwa ujian kehidupan akan selalu terjadi, wafatnya istri tercinta dan Paman Nabi dalam waktu yang berdekatan tidak membuat sang Nabi mundur untuk terus melakukan perjuangan. Sikap mental dan ketangguhan beliau menjadi model bagi kita semua hari ini.
Seolah melalui peristiwa Isra’ Mi’raj ini Rasulullah sedang di siapkan untuk menghadapi kehidupan baru yang lebih heterogen di Madinah, mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bernegara dan membangun masyarakat baru yang seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat.
10 tahun Rasulullah membangun kehidupan masyarakat baru di Madinah, dan tercatat ada kurang lebih 125 Ribu orang yang ber Islam pada saat Haji Wada’ yakni beberapa waktu sebelum Nabi Muhammad meninggal dunia. Hal ini jugalah yang mengispirasi seorang Yahudi berkebangsaan Amerika Serikat bernama Michael H. Hart untuk menulis bukunya yang berjudul 100 tokoh yang paling berpengaruh dala sejarah, dan Hart menempatkan Nabi Muhammad SAW pada peringkat pertama sebagai tokoh paling berpengaruh di dunia.
Tidak ada pekerjaan mulia kecuali meneladani Rasulullah SAW, tidak ada perkara yang patut kita jadikan rujukan kecuali mengikuti teladan yang diberikan oleh Nabi.
Mari jaga kerukunan, saling menghargai, saling menghormati, saling memuliakan dan saling mendukung untuk kemajuan Islam.
Kita semua yang hidup di zaman ini, harus terlahir menjadi generasi yang membawa kebaikan untuk semua manusia dengan cahaya Islam dan keteladan Sang Rasululullah SAW.
Semoga Allah berkahi… Amiin
