Perbedaan Keberagaman Bukan Tantangan Bangsa
Penulis: Zuhaira Ilzami, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alam dan keberagamannya, Keberagaman yang ada di Indonesia telah menjadi simbol persatuan dan dikemas dalam Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak suku bangsa. Setiap suku bangsa memiliki ciri atau karakter tersendiri dan memiliki budayanya masing-masing seperti rumah adat,pakaian adat,tarian tradisional dan lain-lain. Terdapat 300 kelompok suku bangsa di Indonesia tepatnya 1.340 suku seperti Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Bugis, Suku Dayak dan lain-lain. Selain itu,di Indonesia memiliki keberagaman agama dan terdapat 6 agama yang diakui oleh negara yaitu Islam, Kristen, Konghucu, Katolik, Hindu dan juga Budha. Bahasa di negara kita juga sangat beragam,terdapat 700 bahasa termasuk bahasa regional,bahasa etnis dan bahasa mati.Tetapi Bahasa persatuan yakni Bahasa Indonesia yang dapat kita gunakan untuk berkomunikasi dengan orang dari Sabang sampai Merauke yang berbeda suku atau ras dengan kita.
Keberagaman di negara kita tidak terletak pada suku bangsa, agama dan bahasa saja tetapi terdapat juga keberagaman suatu ras. Munculnya keberagaman ras di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, seperti adanya masyarakat asing yang tetap tinggal di Indonesia, sejarah penyebaran ras di seluruh dunia, dan juga kondisi geografis. Di Indonesia, terdapat beberapa ras yang tersebar di berbagai daerah. Ras Melayu-Mongoloid hidup di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Sulawesi. Ras Melanesoid hidup di wilayah Papua, Maluku dan juga Nusa Tenggara Timur. Selain itu ada pula ras Mongoloid Asia yang menyebar ke beberapa wilayah Indonesia yaitu Tionghoa, Jepang, dan Korea.
Keberagaman bukanlah suatu tantangan tetapi merupakan sesuatu hal yang dapat memperkaya dan memperkuat esensi kehidupan masyarakat. Menyikapi keberagaman sebagai harta yang memperkaya, bukan sebagai ancaman ataupun tantangan, akan membuka pintu menuju pembentukan masyarakat yang harmonis. Meskipun berbeda-beda, dalam suku, agama, dan budaya,masyarakat di Indonesia telah hidup berdampingan secara damai selama bertahun-tahun bahkan berabad-abad. Hal ini menciptakan keseimbangan yang unik dan membentuk identitas nasional yang kuat dan kokoh. Keberagaman menciptakan kerangka bagi masyarakat untuk saling belajar, menghormati, dan bersatu dalam perbedaan. Keberagaman bukan penghalang untuk mencapai tujuan bersama, melainkan justru dapat menjadi kekuatan penggerak. Jika keberagaman dikelola dengan bijak, perbedaan ini dapat menjadi pendorong kemajuan dan kesejahteraan. Masyarakat dapat mengelola dan memanfaatkan keberagaman secara positif akan lebih tangguh dalam menghadapi perubahan. Keberagaman dapat menciptakan ide dan perspektif yang luas, membantu masyarakat untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengatasi tantangan zaman.
Apabila perbedaan-perbedaan keberagaman tidak diselesaikan secara damai maka akan timbul konflik, diskriminasi, dan intoleransi antar suku bahkan agama. Pengelolaan keberagaman memerlukan pendekatan yang bijaksana dan kesadaran yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan adanya pendekatan moderasi, toleransi, dan konstruktif. Masyarakat umum juga harus berpartisipasi dalam perkembangan globalisasi dan terus mengikuti arusnya untuk menghindari adanya dampak negatif. Pendidikan multikultural menjadi kunci utama untuk membentuk generasi yang paham pentingnya keberagaman suatu bangsa dan mampu merawatnya. Pemerintah dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung keberagaman, di mana setiap individu dihargai dan diberikan ruang untuk terus berkembang.
Sebagai Warga Negara Indonesia kita sebaiknya menganggap suatu keberagaman adalah wajar dan patut untuk kita syukuri. Dengan adanya perbedaan dalam keberagam kita dapat mengenal dan mengetahui perbedaan berbagai budaya dan tradisi, memperkaya dan menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman. Keberagaman juga dapat mengajarkan pentingnya suatu keadilan bagi semua pihak tanpa melihat latar belakangnya seperti ras,budaya dan suku. Kemudian dengan adanya keberagaman dapat meningkatkan toleransi dan kerukunan antar individu atau kelompok, dan keberagaman juga menjadi sumber kekuatan yang mempersatukan suatu masyarakat. Jadi perbedaan keberagaman bukan suatu tantangan bagi bangsa tetapi suatu peluang yang dapat mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik lagi dan lebih maju.
(penulis: Zuhaira Ilzami, mahasiswa kelas 3B Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Malang)
