Dirikan Koperasi GSM, Ghozy Arek Ekonomi Pembangunan UMM Bantu Finansial Pedagang-Minimalisir Rentenir
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Ya, dari ilmu mata kuliah ekonomi mikro dan makro Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang, Ghozy Hazel mengamati dua realitas yang berbeda di sekitar tempat tinggalnya. Pertama implementasi matkul ekonomi makro berkaitan dengan pemerintahan tentang kebijakan di pasar dan kebijakan di petani. Nah pengelolaannya menggunakan ilmu mata kuliah ekonomi mikro.
Dimana diajari bagaimana me-manage sumber daya, mengatur keuangan, dan keputusan yang harus diambil terlebih dulu. Komperasi dua matkul inilah muncul idealisme Ghozy untuk membantu petani agar bebas dari jerat hutang rentenir di daerahnya dengan mendirikan koperasi pada tahun 2021. Nama koperasinya Ganda Sari Makmur (GSM), di belakang Pasar Nongkojajar, Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan.

Bersama tiga orang rekannya, Ghozy mendirikan koperasi konsumen GSM. Masing-masing anggota menyertakan dana @Rp 5 juta sehingga total penyertaan modal awal Rp 20 juta. Alhamdulillah hingga saat ini perputarannya dari Rp 20 juta menjadi Rp 100 juta. Jumlah anggota dari 4 orang berkembang sekitar 100 orang dari pedagang dan petani. Sukses ini menjadikan Ghozy sebagai Ketua Koperasi GSM yang saat ini juga masih proses skripsi di prodi Ekonomi Pembangunan UMM.
Dipilihnya koperasi konsumen agar dapat simpan pinjam dan suplay barang serta agar banyak usahanya. Jika memilih koperasi simpan pinjam, maka ruang geraknya terbatas karena tidak bisa melakukan suplay barang.

Berikutnya koperasi berdiri setelah dilaksanakan simpan pinjam dengan nisbah sangat rendah sehingga para pedagang dan petani yang pinjam di koperasi dapat terbantu. Perkembangannya, evaluasi dari koperasi GSM melakukan edukasi kepada pedagang untuk tidak berorientasi kepada simpan pinjam saja karena ada biaya administrasinya.
Edukasi tersebut, kata Ghozy, bahwa koperasi GSMselain simpan pinjam juga meminjamkan pegadang dalam bentuk barang. Sebab latar belakang di desa setempat adalah pedagang, maka koperasi membeli barang dalam jumlah banyak sehingga barang lebih murah untuk dipinjam oleh anggotanya.

Nah setelah anggota koperasi GSM ini berkembang pesat, Ghozy mendukung upaya petani untuk beralih dari komoditas apel ke komoditas buah jeruk siam madu. Pertimbangann ya harga apel yang murah serta biaya produksinya mahal. Sebaliknya komoditas buah jeruk operasionalnya rendah namun dibutuhkan konsumen sehingga harga jualnya juga menguntungkan petani.
“Alhamdulillah selama menempuh pendidikan Prodi Ekonomi Pembangunan UMM hingga saat ini banyak ilmu di mata kuliah yang bisa praktis langsung di-implementasikan bahkan sebelum lulus sudah bisa sukses finansial,” ujar mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan UMM angkatan tahun 2018 ini. (rilis: humas ep umm/editor: doni osmon)
