Progress Hasil Luaran Produk Inovasi Jamu PKM STIMULUS Dosen Farmasi UMLA
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Program Kemitraan Stimulus (PKMS) yang dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) telah sampai pada kegiatan akhir pelaksanaan. Rangkaian kegiatan PKMS ini berlangsung selama 6 bulan.
Terhitung sejak bulan Juni-Agustus adalah rangkaian kegiatan persiapan, koordinasi, hingga pembuatan produknya (mulai optimasi produk hingga hasil luaran produknya). Pada bulan September-Oktober dilakukan proses pemasaran dan monitoring evaluasi hasil pemasaran produk.

Adapun Tim PKMS tersebut diketuai oleh apt. Primanitha Ria Utami, M.Farm (dosen Farmasi), dengan anggota apt. Devi Ristian Octavia,M.Si (dosen farmasi) dan Mega Barokatul Fajri, M.BA (dosen Manajemen). Kegiatan akhir ini meliputi monitoring evaluasi hasil pemasaran produk mitra dan kelengkapan luaran akhir program berupa: publikasi artikel pengabdian masyarakat di Prosiding Seminar Nasional ber-ISSN, Buku Referensi ber-ISBN, pengurusan PIRT produk mitra.
Berdasarkan hasil Monev pemasaran produk mitra, mitra UKM Laris Fresh Drink berhasil membuat produk jamu kunyit asam cair dan serbuk dengan inovasi 2 varian yang berbeda dengan masing-masing variasi ukuran produk. Varian yang pertama adalah kombinasi kunyit dengan jahe, varian yang kedua adalah kombinasi kunyit dengan temulawak.
Pada bentuk sediaan cair dikemas dengan botol berukuran 80ml, 100ml, 350ml, 750ml, 1 Liter (Rentang harga jualnya mulai dari Rp. 3.500- Rp. 10.000. Sedangkan bentuk sediaan serbuk dikemas menggunakan standing pouch dengan netto 5gr, 25gr, 250gr, 500gr. Rentang harga jualnya mulai dari Rp 10.000 – Rp. 42.000. Hasil produk tersebut telah dipasarkan ke kantin kampus, di kedai wilayah Tuwiri, expo alun-alun.
“Alhamdulillah, melalui program ini, kami sebagai akademisi sangat senang dapat menerapkan keilmuan kami untuk memotivasi mitra UKM dalam meningkatkan kreatifitas inovasi pengembangan jamu kunyit asam,” ungkap Primanitha selaku Ketua Tim PKMS.

Melalui program ini juga, kata Primanitha mitra dapat memiliki penghasilan tambahan dan semakin percaya diri berkompetitif di dunia UMKM Lamongan. Informasi konsep pengembangan inovasi produk dan pemasarannya, dapat diakses melalui buku referensi ber-ISBN kami yang telah terbit dengan judul Pemanfaatan Tanaman Zingiberaceae sp Beserta Pemasarannya.
Selain itu, lanjut Primanitha juga dapat diakses melalui artikel Prosiding ber-ISSN kami yang berjudul Pemberdayaan Mitra UKM Lariis Fresh Drink melalui Pembuatan Produk Inovasi Jamu Cair dan Serbuk dari Tanaman Family Zingiberaceae sp. Publikasi berupa video kegiatan juga telah diupload di Channel Youtube S1 Farmasi. Melalui beberapa publikasi tersebut, harapan kami dapat memacu semangat mitra UKM Lainnya untuk senantiasa mengembangkan ide dan kreatifitas seiring semakin tingginya permintaan pangsa pasar untuk produk jamu. (alfain/*adv)
