KKN UMLA Mulai Ngajar 2 Sanggar Bimbingan PCIM Malaysia
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Dias Tiara Putri Utomo, M.Pd, disapa Dias yang melakukan KKN internasional di Malaysia mulai mengunjungi dua Sanggar Bimbingan (SB) binaan PCIM Malaysia pada 29/9 sampai 1/9.
Kunjungan itu dikatakan Dias dilaksanakan dalam rangka kegiatan pengabdian masyarakat-KKN internasional terintegrasi yang dilaksanakan bersama dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) lainnya.
Diantaranya UM Malang, UM Cirebon, UNISA Yogyakarta, dan UM Sumatra Utara. Dua SB yang dikunjungi adalah SB Kampung Bharu yang terletak di Wisma Sabarudin Jalan Raja Alang Kuala Lumpur dan SB Kepong yang berada di Gedung Pelangi Magna A 1/13 Kuala Lumpur.

Dalam kunjungan tersebut Dias memperkenalkan dan menyerahkan dua mahasiswa UMLA yang menjadi peserta KKN di tempat SB masing-masing. “Sebelum terjun langsung di SB, saya berkewajiban untuk membimbing dan memperkenalkan kedua mahasiswa UMLA kepada pengelola SB. Selain perkenalan diri, mahasiswa juga menjabarkan program kerja yang diusung. Sehingga nantinya bisa tepat sasaran dan berdampak positif bagi SB,” ujar dosen Prodi S1 Farmasi UMLA ini.
Pengelola SB Kampung Bharu, Bapak Supardi, menyambut baik kedatangan dosen dan mahasiswa UMLA yang akan melakukan pengabdian dan KKN di tempatnya. Hal ini dikarenakan saat ini SB Kampung Bharu memiliki 50-an lebih siswa yang terdaftar meskipun belum setahun berdiri dan hanya ada tiga orang guru tetap.

Tentunya kehadiran dosen dan mahasiswa dapat membantu proses pembelajaran. “Kami menerima baik maksud kedatangan ibu dosen dan mahasiswa di tempat kami. Salah satu kegiatan yang mungkin bisa dilaksanakan adalah pembelajaran mata pelajaran sekolah dan juga bimbingan mengaji. Karena selain sekolah, anak-anak juga kami wajibkan untuk ikut mengaji di sini,” kata pria kelahiran Lamongan tersebut.
Sedangkan pengeloal SB Kepong, Salimah mengutarakan hal yang sama. “Kami menerima mahasiswa dari UMLA dengan senang hati dan berharap bahwa adek-adek dapat memberikan kontribusi positif pada SB kami. Pada saat SB Kepong pertama berdiri, hanya ada 20 siswa, namun sekarang sudah ada 50 siswa. Dengan hadirnya adek-adek mahasiswa, kami merasa terbantu,” Ujar wanita asli Gresik tersebut. (rilis: humas umla/editor: doni osmon)
