UMLA Wujudkan Kampus Serapan Kerja Tinggi
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN- ada yang menarik dari halal bi halal dengan MGBK se-Karisidenan Bojonegoro pada (14/5), saat itu Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat S.Kep, NS, M.Kes, menyampaikan proses gemilang yang diperoleh UMLA.
Menurut Rektor Abdul Aziz meskipun UMLA baru berdiri menjadi jaminan lulusan UMLA cepat terserap kerja jadi tidak perlu ragu nlagi memilih UMLA sebagai kampus untuk mewujudkanci-cita.
Itu sebabnya, Rektor Abdul Azis menekankan pada dekan UMLA untuk merekonstruksi kurikulum agar para lulusan UMLA mudah mencari kerja. Oleh karena itu UMLA mempersiapkan beberapa hal seperti seperti pembuatan pusat karir untuk menjembatani lulusan UMLA dengan dunia industri, mempercepat core kerjasama agar bisa menyesuaikan kurikulum dimana sebelum mahasiswanya lulus sudah ada undangan tawaran kerja.
Konsep ini, kata rektor Abdul Aziz belajar dari pengalaman study ke Kyungdong University di Korea Selatan dimana mahasiswanya belum lulus sudah terserap habis dan tidak melihat posisi ranking. Selain itu juga menerapkan sistem di Harvard University yang mempekerjakan mahasiswanya yang kurang mampu agar bisa membayar kuliah.

UMLA, kata Rektor Abdul Aziz sudah ada unit–unit bisnis seperti Logmart, Halal Center, Laboratorium Center yang menerima mahasiswa untuk bekerja dengan penggajian yang akan dibayarkan menjadi SPP kuliah. Hal ini sejalan dengan himbauan menteri pendidikan agar para lulusan universitas mampu terserap di dunia kerja.
Rektor Abdul Aziz juga ingin membandingkan lebih cepat mana antara universitas yang mengandalkan industri luar atau universitas yang memiliki industri sendiri seperti UMLA.
Era global ini sudah berbeda untuk sektor dan unit kerja baru banyak bermunculan seiring majunya zaman. Banyak pekerjaan yang jarang diketahui publik. Melihat gambaran tersebut bahkan sementara menghentikan ketertinggalan pembangunan fisik perguruan tinggi dalam dan memprioritaskan pembangunan sistem dan SDM yang berkualitas terlebih dahulu.

Berdasarkan hal ini, Rektor Abdul Aziz meminta kepada para peserta atau guru bimbingan yang hadir agar mampu mensosialisasikan terkait keunggulan dan komitmen UMLA dalam keterserapan alumninya pada dunia kerja.
Jika ada keterbatasan biaya maka tidak perlu khawatir karena UMLA juga ada program KIP (kuliah gratis dan mendapat uang saku) dari pemerintah disamping beasiswa lainnya. Tetapi untuk KIP dengan catatan calon mahasiswa mempertimbangkan kuota di tiap prodi agar lolos seleksi beasiswa. Jangan sampai ada cerita di Kabupaten Lamongan ada anak yang tidak mendapat kesempatan untuk akses perguruan tinggi karena kurang mampu.
Pada sisi lain, lanjut Rektor Abdul Aziz mengharapkan dengan banyaknya mahasiswa yang berkuliah ketika lulus dan berhasil di dunia kerja maka ada investasi disana sebagai tanggung jawab moral karena masih terikat dengan UMLA.
Ketika UMLA berkembang maka Kota Lamongan bukan lagi menjadi kota kedua melainkan kota pertama yang menjadi rujukan. Karena selama ini yang menjadi perhatian adalah dimana kota yang memiliki perguruan tinggi banyak dan bagus maka mencerminkan kotanya berkembang sebagaimana jika kota banyak memiliki bank– bank maka bisa dipastikan kota tersebut pertumbuhan ekonominya tinggi.
“Masyarakat di Lamongan tidak perlu lagi jauh–jauh berkuliah ke luar kota karena di Lamongan sudah ada universitas yang tidak kalah bagus selain itu juga menimbang biaya kebutuhan hidup yang tinggi di luar kota disamping biaya perkuliahan. Inilah prinsip UMLA Khairunnas Anfauhum Linnas memberikan manfaat semaksimal mungkin,” tuturnya. (reporter: hamim/editor: doni osmon)
