Halal Bi Halal Plus Seminar, UMLA Undang Ketua-Guru MGBK Se Karisidenan Bojonegoro
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN– Universitas Muhammadiyah Lamongan populer disebut UMLA menggelar halal bi halal tematik Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) se-Karisidenan Bojonegoro dan Seminar Media Pembelajaran Berbasis Website Untuk Pendidikan.
Hal ini dikatakan Humas UMLA, Sulistyawati, S.ST, M.Kes, pada acara ini UMLA mengundang ketua serta guru MGBK se-Karisidenan Bojonegoro meliputi Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. Acara dilaksanakan di auditorium Budi Utomo UMLA, dibuka sambutan Rektor UMLA Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep, NS, M.Kes.
Dalam sambutannya, Rektor Abdul Aziz yang masih menjabat selama sekitar 8 bulan mengungkapkan juga menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Karena beliau asli Lamongan dan memiliki keterikatan dengan daerah asalnya maka ditugaskan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendampingi UMLA.

Dibalik perjuangan untuk UMLA tersebut, Rektor Abdul Aziz cukup bangga dan optimis bahwa UMLA akan menjadi universitas yang tidak kalah saing dengan universitas– universitas lainnya yang sudah lebih dulu bersinar. Banyak penghargaan dan prestasi yang didapatkan UMLA mengingat universitas ini masih baru berdiri sejak 2018 hingga saat ini.
Beberapa prestasi dimaksud rektor Azis diantaranya dengan didapatkannya hibah kompetitif dari Kemndikbudristek di penghujung tahun 2021. Selanjutnya masih di tahun yang sama UMLA mendapat urutan ke-36 dari PTN dan PTS seluruh Indonesia untuk penilaian kinerja kemahasiswaan. Selain itu UMLA masuk dalam 5 jajaran besar perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia untuk perolehan dana hibah penelitian sedangkan untuk dana hibah pengabdian menempati posisi ke-2 setelah Universitas Ahmad Dahlan yang kategorinya menyamai universitas unggul di Indonesia seperti UI, UGM, UNER, dan ITS.
Rangking pendanaan riset klaster kompetitif maupun desentralisasi maka UMLA menempati posisi 6 dari kurang lebih 100 perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia.
Rektor Abdul Aziz optimis dari pencapaian prestasi ini UMLA bersiap menempati ranking 1 PTS di Jawa Timur. Optimisme itu mengacu perolehan prestasi mahasiswanya. Itu sebabnya UMLA saat ini fokus pada pengembangan tata kelola sesuai arahan pimpinan pusat.
Dalam Road Map-nya UMLA, tandas Rektor Abdul Aziz dalam waktu dekat akan mempercepat akreditasi tahap awal ke tahap selanjutnya dari baik ke baik sekali (akreditasi B) untuk semua prodi dan pada tahun 2026 UMLA harus mendapatkan akrediatasi unggul (A). Itu artinya UMLA akan sejajar dengan PTN. UMLA bisa menjadi role model perkembangan perguruan tinggi baru.
Menariknya, Rektor Abdul Aziz bercerita tentang pengalamannya salah satu professor perguruan tinggi Lamongan. Si professor mengaku bahwa universitasnya sama sekali tidak mendapat hibah (kompetitif) sebab sudah diambil oleh UMLA.
Tentu saja ini pengakuan dari pihak eksternbal UMLA yang patut menjadi kebanggaan karena UMLA perlahan namun pasti terus meningkat kualitas dan prestasinya di regional maupoun nasional, bahkan internasional. Semua prestasi ini riil dicapai melalui proses persaingan sesuai Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
“Siapa itu yang menjadi pemenang, itulah yang akan menjadi pemimpin perguruan tinggi, artinya menjadi leading circlenya dalam perguruan tinggi, kami tidak peduli itu tetangga, saudara yang penting itu bagaimana kita bersaing bersinergi untuk maju,” tandasnya. (reporter: hamim/editor: doni osmon)
