Tak Hanya Ramadhan, Dosen-Mahasiswa UMLA Dapat Kurma
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Menarik program pengkaderan serta penguatan spiritual bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lamongan populer disebut UMLA. Nama programnya disebutkan Ketua LABAIK (Lembaga Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyaan), Tatag Satria Praja, M.Pdi, disapa ustadz Tatag, adalah KURMA (kultum mahasiswa).
Apa itu KURMA? Ustadz Tatag mengungkapkan bahwa Kurma bertujuan bagaimana mahasiswa Umla mampu menyampaikan kebaikan ke masyarakat. Kebaikan dimaksud tiudak dibatasi karena sebagian mahasiswa UMLA mempunyai berbagai latar belakang yang tidak semua paham tentang agama.

Bahkan saat KURMA dilaunching, lanjut ustadz Tatag bukan hanya diikuti oleh mahasiswa saja termasuk dosen. “Sejatinya anak muda itu mempunyai potensi menyampaikan sesuatu meskipun masih tahap belajar. Namun seiring dengan perkembangan waktu saat ini hanya dosen saja,” tuturnya.
Kata Ustadz Tatag jadwal KURMA ini dalam sepekan ada empat kali tampil yaitu Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis, di masjid Ki Bagus kompleks Umla. Detailnya Senin Rabu bagi dosen, serta Kamis untuk mahasiswa. “Ini sudah berjalan dua tiga tahun terakhir. Tahun ini karena pandemi serta pembatasan pembelajaran maka di isi semua oleh dosen Umla,” jelasnya.
Menurut Ustadz Tatag program KURMA ini dilaksanakan setelah dhuhur dalam bentuk kultum maupun kajian Al Islam-Kemuhammadiyahaan, dimulai dari rektor hingga bagian tenaga kependidikan berurutan hingga selesai semua jadwal yang sudah ditentukan pada minggu pertama.
Minggu kedua, diisi kajian tafsir, HPT (Himpunan Putusan Tarjih), PHIWM (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah), minggu ketiga kembali kultum, dan minggu ke empat kajian. Artinya kegiatan setelah dhuhur ini berjalan terus tidak ada jeda. (doni osmon)
