UMLA Wajibkan Mahasiswa Skripsi Lulus Dulu Seleksi BTA
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Menarik yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Lamongan populer disebut UMLA untuk mencetak generasi intelektual seklaigus program pengkaderan berkemajuan. Salah satu caranya mahasiswa yang akan maju ujian skripsi harus lulus program bimbingan BTA (Baca Tulis Al Qur’an). Konsep tersebut digagas LABAIK (Lembaga Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyaan) Umla.
“Kalau mahasiswa Umla akan ujian skripsi harus lulus tes baca tulis Qur’an. Kami akan melihat harus bimbingan dulu dibuktikan sertififat lulus BTA semester satu dan semester dua. Hal ini selain untuk pengkaderan sekaligus terkait moto Umla yang salah satunya sebagai kampus islami,” tandas Ketua LABAIK Umla Tatag Satria Praja, M.Pdi, disapa ustadz Tatag, kemarin.
Kata ustadz Tatag menjelaskan program BTA ini wajib dilaksanakan oleh maba semester satu dan dua mengikuti bimbingan baca tulis Al Qur’an.

Tahapannya, kata ustadz Tatag tim LABAIK akan melakukan seleksi di setiap kelas untuk mengetahui sejauh mana kualitas bacaan setiap maba. Hasilnya digunakan untuk mengklasifikasikan kelompok kelas maba. Misalnya kelas ABCDE.
Detailnya, tandas ustadz Tatag, bagi maba yang sudah lancar bacaan Al Qur’annya masuk pada kelas A. Di kelas ini maba melaksanakan formulasi hafalan surat pendek hingga 20 surat. Kelas B kategori maba yang bisa Al Qur’an namun makroj dan tajwidnya kurang lancar dibimbing dengan pengajar.
Berikutnya kelas C kategori maba yang tidak bisa membaca Al Qur’an akhirnya mendapatkan bimbingan khusus hingga bebas buta Al Qur’an. Sedangkan kelas D diisi oleh maba kategori qiro’ah bahwa maba kategori ini akan digembleng untuk menjadi qori’. Sebab di UMLA mempunyai program bea siswa dimana salah satunya unggul bidang baca Al Qur’an dan semisalnya.
Nah, ucap ustadz Tatag terakhir adalah kelas tahfidz yang disii mahasiswa dengan hafalan Qur’an lebih dari tiga juz. Di kelas ini mahasiswa di kondisikan untuk tersu muroja’ah sehingga hafalannya terjaga dan bisa diarahkan untuk ajang lomba membawa nama baik Umla. (doni osmon)
