FPP UMM Tebar 10 Ribu Ikan Lokal, Perkuat Konservasi Keanekaragaman Hayati Perairan Indonesia
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Di tengah meningkatnya tantangan terhadap kelestarian ekosistem perairan Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan komitmennya melalui aksi nyata. Sebanyak 10.000 ekor ikan lokal ditebar di Kolam GKB I UMM, Minggu (5/7), sebagai upaya mendukung pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga spesies ikan asli Indonesia.
Penebaran benih ikan yang terdiri atas bader bang, nilem, tawes, dan wader tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) UMM dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Dies Natalis FPP UMM yang mengusung semangat bahwa perayaan akademik harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Prosesi pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Rektor III UMM, Perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi yang merupakan alumni Perikanan UMM, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Pertanian-Peternakan UMM, Asisten Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kepala Laboratorium Perikanan UMM, serta Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Pertanian-Peternakan UMM.
Aksi tersebut bukan sekadar penebaran benih ikan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga biodiversitas perairan. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas dunia dengan ribuan spesies ikan air tawar. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tekanan akibat pencemaran, degradasi habitat, alih fungsi lahan, hingga masuknya spesies asing invasif terus mengancam keberadaan ikan-ikan lokal.
Karena itu, pelestarian spesies asli menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Upaya ini juga sejalan dengan agenda pembangunan global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 14 (Life Below Water) yang menekankan perlindungan ekosistem perairan dan pemanfaatan sumber daya akuatik secara berkelanjutan.
Wakil Rektor III UMM Nur Subeki, mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa, termasuk isu lingkungan dan konservasi sumber daya alam.
“Perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Universitas harus menjadi motor penggerak perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. Penebaran ikan lokal ini merupakan simbol bahwa UMM terus mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu gerakan yang berdampak. Kami ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Warkoyo selaku Dekan Fakultas Pertanian-Peternakan UMM, menegaskan bahwa konservasi sumber daya hayati merupakan bagian dari tanggung jawab akademik yang harus diwujudkan melalui aksi nyata.

“Fakultas Pertanian-Peternakan memiliki mandat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang berkontribusi pada ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. Penebaran ikan lokal ini menjadi bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bahwa konservasi tidak hanya dilakukan melalui penelitian, tetapi juga melalui tindakan nyata yang melibatkan berbagai pihak,” tuturnya.
Rindya Fery Indrawan, Ketua Panitia Dies Natalis yang juga Kepala Laboratorium Perikanan UMM menjelaskan bahwa pemilihan spesies ikan yang ditebar didasarkan pada nilai ekologisnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan tawar.
“Bader bang, nilem, tawes, dan wader merupakan ikan lokal yang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas ekosistem perairan. Selain memiliki nilai ekologis, spesies ini juga menjadi bagian dari kekayaan plasma nutfah Indonesia yang perlu terus dilestarikan. Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesadaran bahwa konservasi harus menjadi budaya, bukan sekadar program sesaat. Kampus memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam,” jelasnya.

Dukungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan memerlukan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, alumni, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan sekaligus menjaga keberlangsungan spesies ikan lokal di masa depan.
Melalui kegiatan ini, UMM kembali menegaskan perannya sebagai Kampus Berdampak yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan inovasi, tetapi juga aktif menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Bagi UMM, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, melainkan dari sejauh mana ilmu pengetahuan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan mewariskan sumber daya alam yang lestari bagi generasi mendatang. (indra)
