Melalui Pendidikan Karakter, Tim PKM Dosen Fakultas Hukum-PGSD UMM Tanamkan Kesadaran Hukum dan Nilai Kebangsaan pada Siswa SD
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Nilai-nilai kesadaran hukum dan kebangsaan menjadi penting dalam pendidikan karakter siswa sejak usia dini. Nah atas dasar inilah tim dosen Fakultas Hukum Bersama tim dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Dijelaskan Koordinator tim dosen PKM FH UMM-PGSD UMM, Yohana Puspitasari Wardoyo, SH, MH, selain dirinya anggota tim atas nama Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd, dan Wahyudi Kurniawan, SH, MH.Li. Tim tersebut memilih siswa kelas IV SD Muhammadiyah 4 Kota Malang (SD Mupat) sebagai mitra pengabdian Masyarakat untuk PKM tahun akademik 2025/2026. Tema utama yang diusung untuk PKM tersebut tentang menanamkan kesadaran hukum, karakter, dan nilai kebangsaan kepada siswa sekolah dasar sejak usia dini.
Tujuannya? Yohana begitu Yohana Puspitasari Wardoyo disapa mengatakan program ini bertujuan menanamkan kesadaran hukum, karakter, dan nilai kebangsaan kepada siswa sekolah dasar sejak usia dini agar terbentuk generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai keberagaman.

Materi yang disampaikan kata Yohana, mencakup nilai-nilai Pancasila, toleransi, serta pemahaman dasar tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Siswa dikenalkan pada keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia serta pentingnya sikap saling menghormati.
Penjelasan juga mencakup dasar hukum seperti Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 dan Pasal 22 UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan. Selain itu siswa juga diberikan pemahaman bahwa kebebasan beragama mencakup ekspresi keyakinan dalam kehidupan sehari-hari, selama tidak bertentangan dengan hukum.
“Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar sesuai dengan usia peserta didik dan menekankan pentingnya menghindari perundungan serta diskriminasi,” ujar dosen Fakultas Hukum UMM ini.

Menurut Yohana, kegiatan pembelajaran berlangsung interaktif melalui metode diskusi, permainan edukatif, simulasi, dan tanya jawab. Siswa dilibatkan secara aktif untuk memahami pentingnya menaati aturan di sekolah, menjaga kebersihan, bersikap jujur, serta menghormati guru dan teman. Pendekatan ini dipilih agar materi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai closingnya, Yohana memaparkan hasil kegiatan menunjukkan siswa lebih aktif, antusias, dan mampu memahami nilai-nilai yang disampaikan. Kolaborasi dosen FH UMM dan PGSD UMM dalam tim pengabdian masyarakat ini selain implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus pengamalan Catur Dharma PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah) yakni pendidikan, pengembangan ilmu, pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK).
“Dari kegiatan ini memperkuat pendidikan karakter berbasis hukum dan kebangsaan serta mendorong terbentuknya generasi muda yang berintegritas, toleran, dan sadar hukum,” pungkas Yohana. (tim pkm dosen fh umm-pgsd umm)
