Tim Dosen-Mahasiswa FK UMM Identifikasi Kemampuan Tenaga Kesehatan Skrining Kanker Serviks dan Payudara
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Kanker serviks dan kanker payudara merupakan kanker terbanyak yang diderita Perempuan. Faktor risiko utama kanker serviks adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV) dengan tingkat kejadian kanker serviks 27/100.000 perempuan dengan tingkat kematiannya 15.5/100.000 perempuan.
Berdasarkan hal inilah tim dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (FK UMM) yakni Dr. dr. Kusuma Andriana, SpOG, bersama tiga mahasiswa FK UMM angkatan 2023 atas nama Mohammad Farhat Andi P, Muhammad Sholahuddin Firdausi dan Ichwan Malik Soubirin, melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian masyarakat di wilayah wilayah Kabupaten Trenggalek. Perlu diketahui ketiga mahasiswa FK UMM ini masuk dalam kelompok Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) 76 bermitra dengan dosen.

Menurut Dr. dr. Kusuma Andriana, SpOG, pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bersama mahasiswa FK UMM mengusung tema Workshop Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Payudara, kaker Servik, Kanker Colon, dan Osteosarcoma.
Workshop ini dilaksanakan 14 Oktober 2025 dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek mengikutkan 130 perserta yang terdiri dari 105 tenaga kesehatan dan utusan ormas, Persit Bhayangkari, muslimat NU, PD Asiyiyah, Dharma Wanita dan PKK sebanyak 25 orang. Kehadiran banyaknya peserta ini menunjukkan kepedulian sekaligus keterlibatan masyarakat dalam menunjang kesehatan perempuan di Kabupaten Trenggalek.
Materi yang disampaikan ketika workshop dijelaskan Dr. dr. Kusuma Andriana, SpOG, meliputi kanker payudara adalah kanker ganas di payudara, yang merupakan penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Bahkan Indonesia menduduki peringkat dua di Asia dalam hal mortalitas dan insiden kanker serviks. Kondisi ini terjadi karena banyaknya perempuan yang terdiagnosis saat stadium lanjut dengan keterbatasan pelayanan yang ada.

Cakupan skrining kanker serviks di Indonesia baru mencapai 9,8 persen dari target populasi, jauh dari rekomendasi WHO yaitu 70 persen cakupan skrining. Diperlukan pelayanan yang lebih baik bagi perempuan untuk skrining kanker serviks, mengingat kanker serviks dapat berkembang dalam kurun waktu bertahun-tahun, sehingga deteksi dini akan memberikan prognosis yang lebih baik
Dr. dr. Kusuma Andriana, SpOG, menyebutkan beberapa penelitian menunjukkan program skrining yang efektif dapat mengurangi angka kejadian kanker serviks dan kanker payudara secara signifikan. Salah satunya dengan cara workshop sehingga data tentang pengetahuan, sikap dan perilaku untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara pada tenaga kesehatan di Kabupaten Trenggalek. Data ini dapat berimplikasi pada cakupan deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks pada perempuan di wilayah Kabupaten Trenggalek.

Untuk menunjang program kesehatan diatas, tandas Dr. dr. Kusuma Andriana, SpOG, dilakukan penyuluhan sekaligus pelatihan untuk deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara di kabupaten Trenggalek bersama Dinas Kesehatan sejumlah peserta dari perwakilan unsur ormas. Sesi penyuluhan memberikan wawasan sekaligus penyegaran pengetahuan bagi tenaga kesehatan tentang skrining kanker serviks dan payudara. Sementara pelatihan memungkinkan tenaga kesehatan mengenali secara dini tanda-tanda kanker serviks dan payudara.
Perlu diketahui sesi penyuluhan dan pelatihan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara disampaikan oleh Dr.dr.Kusuma Andriana, SpOG. Sedangkan mahasiswa PMM 76 FK UMM berperan mempersiapkan pra kegiatan termasuk membuatkan kuesioner dalam bentuk g form, dokumentasi dan terlibat dalam pengumpulan dan mengolah hasil kuesioner serta pembuatan laporan hasil PkM bersama dosen.

Luaran kegiatan ini adalah selain peningkatan pengetahuan mahasiwa tentang deteksi dini kanker serviks, juga mereka dapat melihat perlunya interaksi dan dukungan masyarakat untuk mewujudkan kesehatan di sebuah wilayah. Hasil kegiatan ini akan dirupakan flyer dan modul sederhana untuk deteksi dini kankser serviks dan kanker payudara untuk masyarakat awam.
Menariknya, Dr. dr. Kusuma Andriana, SpOG, mengungkapkan hasil kuesioner terhadap nakes Rerata pengetahuan dan sikap tentang kanker serviks dan kanker payudara sudah baik, yang perlu ditingkatkan adalah practice (tindakan yang harus dilakukan) untuk skrining kanker serviks maupun kanker payudara. Dengan adanya kuesioner ini, harapannya nakes lebih mempersipakan dirinya untuk meningkatkan tindakan tentang skrining kanker serviks maupun kanker payudara. (tim pkm dosen fkumm/pmm 76 fk umm)
