Wujudkan Generasi Unggul, Fakultas Pendidikan Sains Humaniora UMM Bekali Maba Leadhership dan Bela Negara-PKM serta BK
MALANG – Mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Sosial, dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Malang (FPSH UMM) mengikuti Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) pada Rabu, 9 September 2026 di aula gedung P2KK (Pelatihan Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan) UMM. Sebagai opening awal menghadirkan Tenaga Ahli Wamendiktisaintek, Ode Rizki Prabtama, S.Pd, membahas tantangan disrupsi dunia kerja, serta mempertegas peran strategis organisasi kemahasiswaan dalam menunjang Catur Dharma Perguruan Tinggi Aisyiyah Muhammadiyah serta Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ode Rizki Prabtama mengatakan pemikiran kritis dan diskusi interaktif berbasis data World Economic Forum yang memproyeksikan perubahan 39 persen keterampilan inti serta lahirnya 170 juta pekerjaan baru hingga tahun 2030. Itu sebabnya Maba FPSH UMM harus aktif organisasi mahasiswa agar mendapatkan pengalaman edukatif, kaderisasi, advokasi, sosial, dan pengembangan diri. Melalui organisasi, mahasiswa membentuk T-Shaped Skills kombinasi antara keahlian mendalam pada satu disiplin ilmu dan pemahaman yang luas di berbagai bidang.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, mengingatkan mahasiswa untuk menjadikan lingkungan kampus sebagai “tanah subur” bagi tumbuh kembang potensi diri.

Maba FPSH UMM juga mendapat materi dari UPT BK (Bimbingan dan konseling), yang disampaikan Pontential Mapping, Ibnu Sutoko, S.Psi, M.Psi, bahwa UPT BK UMM sebagai unit yang menyediakan layanan pendampingan psikoedukasi, konseling, identifikasi potensi, dan psikoterapi. Untuk mendapatkan layanan ini perlu diketahui alur pendaftaran layanan konseling secara daring maupun tatap muka di UPT. BK UMM di kompleks Masjid AR. Fachruddin lantai 1. layanan UPT. BK UMM dapat diperoleh melalui Instagram @BK.UMM, email uptbkumm@gmail.com, atau WhatsApp 081333100342.
Berikutnya pesmaba FPSH UMM juga mendapat materi dari Dra. Thathit Manon Andini, M.Hum, sebagai dosen serta tim Satgas PPKPT (Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi). Pembahasan tentang pentingnya menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman dari berbagai bentuk kekerasan. Sosialisasi ini menekankan lingkungan perguruan tinggi harus menjadi ruang yang memberikan rasa aman bagi seluruh mahasiswa dan civitas akademika.

Harapannya, keberadaan Satgas PPKPT dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk sadar dan ikut mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan UMM. Sebab kampus yang aman bukan hanya kampus yang bebas dari kekerasan, tetapi juga kampus yang memiliki sistem untuk mencegah, melindungi, memulihkan, dan menegakkan keadilan bagi seluruh civitas akademika.
Maba FPSH UMM juga mendapatkan materi tentang bela negara yang disampaikan Kepala Laboratorium PPKn/Civic Hukum Arif Prasetyo Wibowo, S.Pd., M.Pd., M.I.Pol, membahas pentingnya pemahaman bela negara serta peran mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa di era sekarang. Ada lima nilai dasar bela negara yang perlu dimiliki, yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.
Nilai-nilai tersebut dapat menjadi dasar bagi mahasiswa dalam menjalankan perannya sebagai bagian dari masyarakat. Nilai ini dipadukan empat peran dan fungsi utama mahasiswa, yaitu Agent of Change, Social Control, Moral Force, dan Iron Stock.

Sementara itu, Dosen PGSD UMM, Candra Rahma Wijaya Putra, M.A, menjelaskan tentang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), agar mampu melihat permasalahan di sekitar dan mengubahnya menjadi gagasan yang bermanfaat.
Bahwa PKM Adalah ruang mahasiswa untuk mengubah ide, masalah, kreativitas, dan pengetahuan menjadi sebuah kegiatan atau karya yang dapat memberikan solusi maupun manfaat. PKM juga menjadi salah satu bentuk latihan bagi mahasiswa untuk menjadi problem solver. (widya/panitia pesmaba fpsh umm)
