Tim PKM Dosen UMM, Diseminasi Pakan Mandiri Budidaya Ikan Berbasis Teknologi RAS di Desa Parangargo, Wagir, Kabupaten Malang
MALANG – Tim dosen Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program Pengabdian Desa Binaan (PDB) melakukan upaya peningkatan produktivitas perikanan berbasis teknologi ramah lingkungan terus digencarkan. Hal ini dijelaskan salah satu tim PKM Dosen UMM, Yus Mochamad Cholily, yang menyebutkan diantaranya melalui Pelatihan Perawatan Sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) serta diseminasi pakan mandiri di Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Menurut Yus Mochamad Cholily, Kegiatan ini menjadi bagian dari PDB dan PKM berorientasi pada kemandirian, keberlanjutan, dan pemberdayaan ekonomi warga desa. Kegiatan PDB ini merupakan skema pengabdian masyarakat multitahun dari pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun 2025.
Dukungan tersebut menjadikan program berjalan terarah, mulai dari tahap edukasi, pelatihan, hingga pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Parangargo.
Dijelaskan Yus Mochamad Cholily, peserta pelatihan mendapatkan pemahaman tentang perawatan sistem RAS, sebuah teknologi budidaya ikan modern yang memanfaatkan sirkulasi ulang air dengan bantuan filter mekanis, filter biologis, dan sistem aerasi yang terintegrasi. Teknologi ini memungkinkan pembudidaya menjaga kualitas air tetap stabil, menghemat penggunaan air, serta mengurangi pencemaran lingkungan.

Menariknya, tandas Yus Mochamad Cholily, sistem RAS di Parangargo dipadukan dengan tenaga solar cell untuk mendukung operasional pompa dan aerasi, sehingga mampu menekan biaya listrik sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan.
Selain pengenalan teori, peserta juga dibimbing secara langsung dalam praktik perawatan sistem RAS. Materi yang diberikan mencakup teknik membersihkan dan mengganti media filter, cara menjaga kestabilan kualitas air melalui pemantauan pH, suhu, serta kadar oksigen terlarut, hingga pengecekan kinerja pompa dan aerasi berbasis solar cell.
Melalui pendampingan ini, masyarakat diharapkan mampu melakukan perawatan rutin secara mandiri, sehingga sistem RAS tetap berfungsi optimal dan keberhasilan budidaya ikan dapat terjamin.
Yus Mochamad Cholily, mengungkapkan kegiatan diseminasi ini membawa dampak positif bagi kelompok pembudidaya ikan di Desa Parangargo. Sebab saat pelaksanaan pelatihan budidaya ikan nila berbasis teknologi RAS disampaikan oleh pakar perikanan UMM Rindya Fery Indrawan, S.Pi, MP. Sehingga peserta memperoleh wawasan baru sekaligus keterampilan praktis dapat langsung diterapkan dalam usaha perikanan mereka.
Di tempat yang sama, PJ Kepala Desa Parangargo, Nuryenny, S.AP, mengapresiasi terselenggaranya program ini. Sebab teknologi ramah lingkungan seperti RAS berbantuan solar cell sangat relevan diterapkan di desa yang memiliki potensi besar di sektor perikanan.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, pembudidaya ikan bisa lebih mandiri, inovatif, dan mampu meningkatkan hasil panen dengan biaya yang lebih efisien,” ujarnya.
Perwakilan tim PDB, Dr. Machmud Effendy, ST, M.Eng, program ini merupakan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Kolaborasi ini selain memperkenalkan teknologi modern, sekaligus tetapi membangun kapasitas masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perubahan. Inovasi di sektor perikanan harus terus didorong agar memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.
Sekedar diketahui, pelatihan ini mendapat respons positif dari peserta yang mengaku semakin percaya diri untuk menerapkan sistem RAS dan pakan mandiri dalam usaha mereka. Dengan adanya pendampingan lanjutan, Desa Parangargo diharapkan dapat menjadi model percontohan desa perikanan inovatif yang berbasis teknologi ramah lingkungan dan energi terbarukan. (tim pkm dosen umm/don)
