Sutimah, Chef Masakan Bintang Lima Ponpes Al Ma’waa Sumberpucung
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Pernahkah anda membayangkan bagaimana nikmatnya makan bersama anak yatim dan santri di pondok pesantren. Jika belum pernah, wartawan pelajar SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung Miftahul Huda membuka resep rahasia dapur Ponpes Al Ma’waa Sumberpucung.
Dapur Ponpes Al Ma’waa Jatiguwi Sumberpucung mempunyai amanah untuk memasak menu bergizi bagi para santri yang tinggal di pondok. Hal ini disampaikan Pengasuh Harian Santri Ponpes Al Ma’waa Muhammad Fu’adi disapa ustadz Fu’adi ada satu koki atau chef yang mengemban amanah untuk mengelola dapur pondok.

Siapa chef tersebut? Ustadz Fuadi menyebut nama Bu Sutimah. Melalui profesionalitasnya Bu Sutimah menyajikan masakan ala hotel bintang lima di pondok pesantren Al-Ma’waa. Pengabdiannya sudah puluhan tahun sejak pondok berdiri.
Ustadz Fu’adi melanjutkan bahwa Bu Sutimah setiap harinya memasak mulai dari sebelum subuh sampai sebelum waktu dzuhur tiba. Itu pun jika tidak ada kegiatan tambahan. Jika bertepatan dengan kajian rutin atau acara pondok, Bu Sutimah akan datang ke pondok setelah dzuhur sampai sore untuk menambah masakan yang akan disajikan di kajian atau kegiatan pondok tersebut.

Sementara itu, Sutimah menceritakan b ahwa usianya sudah lebih dari 50 tahun. Namun dirinya tetap istiqamah dalam, mengabdi karena sebagai ladang ibadah dan amalnya dalam melayani santri di pondok. Sebab menu yang bergizi salah satu sebab intelektual santri cerdas dalam menghafal Al Qur’an.
“Dari awal saya menjadi juru masak pondok pesantren Al-Ma’waa, saya tidak memiliki asisten yang menetap. Dan alhamdulillah untuk ajaran baru ini saya memiliki satu asisten yang akan membantu saya untuk memasak,” ujar Sutimah.

Kata Sutimah, di pagi hari tugasnya sedikit ringan karena ada saja santri membantunya di dapur. Santri tersebut mebantu sesuai dengan jadwal kelompok dan juga jadwal piketnya. Tugas santri tersebut membantu mengangkat nasi, memotong sayur atau menggoreng tempe untuk sarapan pagi.
Nah, kelompok yang terjadwal ini juga mempersiapkan dapur dengan mencuci alat-alat masak yang kotor dan membersihkan dapur di malam hari. Adanya jadwal piket ini bertujuan mendidik santri Al-Ma’waa agar lebih disiplin dan lebih faham cara untuk mengatur dapur.
Khusus jadwal makan, tandas Sutimah dibagi menjadi tiga waktu. Yakni makan pagi, makan siang dan makan malam. Setiap hari menu makan harian santri berbeda-beda kecuali di pagi hari. Sebab khusus pagi hari dirinya memiliki masakan khas, yaitu tempe bumbu rahasia.

Tempe tersebut sudah menjadi faforit santri Al-Ma’waa karena memiliki rasa yang nikmat dan khas. Sedangkan menu makan siang dan makan malam, dirinya memasak sayur untuk para santri. Seperti sayur sop, lodeh, tumis kangkung dan menu masakan lainnya yang nikmat dan segar. Tujuan menu keseharian santri tersebut untuk menjaga kesehatan dan mengajarkan hidup sederhana.
Salah satu santri senior Angger Sutrisno mengaku sangat istimewa masakan Bu Sutimah. Hanya dengan mencicipi sedikit saja pasti akan menambah lagi. Bahkan Selama kurang lebih enam tahun di pondok ini dirinya tak pernah bosan untuk menikmati masakan Bu Sutimah.
Ketika Angger bertugas di dapur juga menyempatkan belajar berbagai macam hal dari Bu Sutimah. Sebab hobinya juga memasak, sehingga dirinya bisa belajar langsung dari ahlinya. (ca’ hud)
