Sembur Api-Duel Preman Pikat Penonton Karnaval Smamuda Sumberpucung
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Ratusan siswa SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung populer disebut Smamuda sekolah double track, menarik perhatian penonton karnaval se Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang (16/8) kemarin.
Kepsek Smamuda Sumberpucung ustadz Ujang Tajul Aripin, S.Hi, M.Pd, menjelaskan kehadiran siswa Smamuda dalam merayakan HUT RI 78 menyempurnakan para peserta yang berjumlah 38 lembaga. Mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan perwakilan dari setiap kampung yang ada di Kecamatan Sumberpucung.

Acara dimulai dari pukul 08.00 sampai menjelang malam. Saat karnaval siswa Smamuda menunjukkan aksinya kepada seluruh warga kampung yang melihat karnaval. Seperti api yang keluar dari mulut atlit Tapak Suci Smamuda, serta sejumlah aksi lain yang membuat penasaran para penonton karnaval.

Ustadz Ujang mengatakan tujuan keikutsertaan Smamuda dalam karnaval ini sebagai bentuk syiar pengenalan ekstrakurikuler siswa sekaligus program PPDB (Penerimaan peserta Didik Baru). Sehingga seluruh siswa siswi didampingi guru dan karyawannya Smamuda semua support karnaval ini.
Mereka lanjut ustadz Ujang menggenakan kostum beragam. Mulai dari barisan depan terdapat paskibraka, tapak suci dan baju muslim. Di belakangnya masih banyak lagi ada yang memakai baju double track, adat bali dan semisalnya yang mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai implementasi simbol Penguatan Project Profil Pelajar Pancasila (P5).

Menariknya, tandas ustadz Ujang tapak suci Smamuda menampilkan atraksi di jalan berupa seni beregu, tunggal, ganda dan sembur obor. Dari karnaval ini diharapkan Smamuda bisa lebih akrab dan dikenal oleh masyarakat sekitar.
Miftahul Huda, salah satu peserta karnaval dari barisan tapak suci menambahkan karnaval pada tahun ini sangat meriah. Seluruh keluarga besar Smamuda sangat bersemangat di saat berlangsungnya acara. Terutama saat penampilan tapak suci. Para warga sangat terpukau meliat setiap atraksi yang disuguhkan.

Puncaknya kata Huda yang ketika dirinya menyamar sebagai preman. Saya sempat dipisah oleh warga karena dikira memang mengganggu teman tapak suci yang ikut karnaval yang sedang tampil. Sehingga karnaval Smamuda sangat menarik dan memukau. (penulis wartawan pelajar smamuda: ca’hud)
