Program Studi Informatika UM Jatim (UMMAD) Terima Mahasiswa Asal Pakistan
TABLOIDMATAHATI.COM, MADIUN– Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Jawa Timu (UM Jatim) yang sebelumnya bernama Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menunjukkan daya tariknya di tingkat internasional.
Hal ini dibuktikan dengan kehadiran calon mahasiswa asing asal Pakistan yang memilih melanjutkan pendidikan tinggi di prodi tersebut. Mahasiswa tersebut Bernama Sahar yang saat ini tinggal di Indonesia bersama keluarganya.
Sahar menyampaikan melanjutkan studi di UM Jatim (UMMAD) merupakan langkah penting dalam perjalanan akademik yang ia lakukan.
Tak lupa Sahar menyampaikan rasa Syukur serta antusias atas sambutan selamat datang dan dukungan yang diberikan pihak universitas.
“I am grateful for the welcoming environment and support provided by the university,” terang Sahar.
Tertarik bidang TI
Sahar mengungkapkan alasan utama memilih Prodi Informatika UM Jatim (UMMAD) karena ketertarikannya terhadap bidang teknologi dan informatika.
Selama masa sekolah sebelumnya, ia mengaku aktif mengembangkan kemampuan akademik, kepercayaan diri maupun komunikasi melalui berbagai kegiatan presentasi dan edukatif.
“During my previous school years, I always tried to maintain good academic performance and improve myself academically and personally. I also enjoyed participating in presentations and educational activities that helped me build confidence and communication skills,” terang Sahar.
Sahar juga menyampaikan harapannya untuk dapat mengembangkan kebisaannya di bidang informatika dan teknologi melalui pendidikan yang ditempuh di UMMAD agar mampu menciptakan kesempatan yang baik untuk dirinya sendiri dan orang lain.
Diakui Sahar, dengan untuk belajar di negara yang baru telah memberi saya pelajaran soal adabtasi, percaya diri dan dan pentingnya untuk mencapai tujuan yang ingin ia capai.
“Preparing to study in a new country has taught me adaptability, confidence, and the importance of pursuing my goals,” kata Sahar.
Bukti nyata
Kehadiran mahasiswa internasional ini menjadi bukti bahwa Program Studi Informatika UMMAD sudah dikenal luas dan mampu memberikan daya tarik bagi calon mahasiswa dari berbagai negara.
Lingkungan kampus yang ramah, dukungan dosen, serta suasana akademik yang adaptif menjadi nilai tambah dalam proses internasionalisasi kampus.
Dalam proses komunikasi awal, Sahar juga sempat menanyakan mengenai program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) untuk mahasiswa internasional sebelum perkuliahan dimulai.
Menanggapi hal tersebut, pihak Program Studi Informatika UMMAD menyampaikan bahwa meskipun saat ini belum tersedia program formal BIPA, mahasiswa internasional tetap akan mendapatkan pendampingan selama proses adaptasi di lingkungan kampus.
“However, from the Informatics Study Program, we will provide guidance and support to help you adapt, especially with basic Indonesian language used in campus communication and learning activities. The lecturers and study program team will also assist you step by step, so you can feel more comfortable with the academic environment and daily campus life,” jelas pihak Program Studi Informatika kepada Sahar.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Informatika UMMAD dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, modern, dan terbuka bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya.
Dengan semakin terbukanya peluang internasional, Program Studi Informatika UMMAD optimistis dapat terus berkembang menjadi program studi unggulan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi, tetapi juga membangun jejaring pendidikan global. (pujoko)
