Praktisi Mengajar CoE Udang-Koi Prodi Akuakultur UMM Libatkan Mitra Dudi
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Menarik apa yang dilakukan oleh Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Prodi Akuakultur melibatkan mitra Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dalam perkuliahan dengan nama program Praktisi Mengajar (PM) CoE Udang dan Koi. Hal ini disampaikan langsung oleh Kaprodi Akuakultur UMM, Dr. Hanny Handajani, S.Pi, M.Si., selama satu semester mahasiswa akan mendapatkan materi penting langsung dari para ahli atau praktisi DUDI.

Program Praktisi Mengajar (PM) CoE Udang dan Koi sudah berjalan sejak Maret lalu. Hanny menjelaskan program tersebut merupakan program dari UMM dan Kampus Merdeka. Tujuan dari diadakannya program tersebut adalah untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa mengembangkan kemampuan.
“Agar mahasiswa mampu menghadapi dinamika yang terjadi di dunia kerja, termasuk perubahan tuntutan kompetensi kerja yang harus dikuasai” ujar Kaprodi Akuakultur.
Menurut Hanny, mahasiswa yang terlibat dalam program ini adalah khusus mahasiswa semester enam. Kegiatan Praktisi Mengajar CoE Udang dan Koi dilakukan di ruang kelas dan Laboratorium Perikanan UMM. Mitra DUDI yang terlibat di CoE Udang ada PT GAS, PT CP Prima, PT Summa Benur, PT de Heus, & PT Bergas sedangkan di kelas CoE Koi ada Blitar Raya Koi Farm, APKI, PT de Heus, CV Indo Koi Malang, Astro Blitar Koi, & PT CP Prima.
Semua pihak yang terlibat dalam program PM CoE Udang dan Koi akan mendapat manfaat. Apa saja manfaat tersebut? Pertama yaitu bagi mahasiswa bisa memperoleh pengalaman belajar ilmu praktis yang aktual, relevan, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, Mendapat pendampingan (mentorship) dari Praktisi ahli, Berjejaring dengan pengajar Praktisi ahli dan menyadarkan mahasiswa akan potensi mereka di dunia kerja, Memperoleh pengalaman belajar hard skills dan soft skills sebagai penguat keterampilan mahasiswa, Mendukung pelaksanaan Program MBKM bagi Mahasiswa, dan Memperkuat dan menambah kompetensi mahasiswa.

Sambung Hanny, pihak kedua yang mendapat manfaat adalah Praktisi DUDI. Mereka memperoleh informasi potensi mahasiswa di Perguruan Tinggi yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, mendidik dan menjaring SDM unggul lebih awal untuk membentuk pangkalan bakat (talent pool), dan menjadi bagian dari penggerak kemajuan pendidikan Indonesia.
Sedangkan pihak terakhir yaitu kampus akan mendapat manfaat seperti memiliki kesempatan kolaborasi bersama praktisi dunia kerja dalam proses perancangan dan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang secara keseluruhan mendukung pelaksanaan Program MBKM di Perguruan Tinggi masing-masing, memiliki kesempatan penerapan tri dharma Perguruan Tinggi saat melakukan kolaborasi dengan Praktisi dunia kerja, meningkatkan citra kampus di dunia akademis dan masyarakat umum, meningkatkan penilaian positif untuk akreditasi BAN PT dan Internasional, dan meningkatkan kualitas lulusan. (reporter: hamara/editor: doni osmon)
