PPM Polinema Atasi Masalah Petani Cengkeh, Garap Alat Pendingin Destilasi Sistem Sprayer Energi Surya
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Menunaikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengatasi permasalahan Destilasi para petani cengkeh dan perkebunan di Desa Sumber Agung Gunung Gudo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Menurut Ketua Tim PPM, Prof. Dr. Ir. Drs. Bambang Irawan, MT, bahwa permasalahan yang didahapi kelompok petani tersebut terletak pada proses destilasi dari pengolahan daun cengkeh yang kurang maksimal.
Hal ini dikarenakan kondisi pendingin konvensional yang ikut naik suhunya secara drastis. Fenomena tersebut, menghambat produksi minyak cengkeh dikarenakan para petani harus menunggu pendingin kembali 40 derajat celcius selama sehari semalam.

Kata Bambang masalah lainnya kalau air kolam sudah banyak yang menguap akan perlu tambahan air dan ini sulit dilakukan karena tempatnya di pegunungan. Mengambil airnya cukup dalam dan sulit dilakukan.
Lebih dari itu, Bambang dan tim menemukan masalah lainnya seperti pada pengaduk air dan pipa berkarat yang mengurangi kinerja proses fisika yang terjadi. Ditambah dengan pengadaan alat yang mahal dikarenakan lokasi mitra berada di dataran tinggi dan lumayan jauh dari sumber air.

Berdasarkan hal ini Bambang bersama anggota tim lainnya dengan keahlian masing-masing mencoba menciptakan solusi dengan lahirnya alat pendingin dan pengaduk dengan sistem sprayer energi solar cell.
Sukses PPM Polinema ini digarap Bambang dibantu dengan empat rekan lainnya dengan keahlian masing-masing yaitu Ir. Syamsul Hadi, MT, Ph.D (pakar bidang material), Kris Witono, ST, MT, (pakar mekanika fluida), Drs. Samsul Hadi, MT (pakar perpindahan panas), dan Ir. Subagiyo, M.MT, M, (pakar instalasi pipa).

Semuanya berjalan sesuai kepakaran tugas masing-masing mulai dari mengadakan diskusi dengan mitra, mendesain alat, membuat alat, merakit alat, menyerahkan alat ke mitra, dan pemantauan kinerja alat sekaligus evaluasi.
Target yang ditetapkan oleh Tim PPM Polinema, ucap bambang adalah hasil dari proses destilasi harus bisa mencapai di atas 3-4 persen. Capaian tersebut didasarkan pada hasil-hasil sebelumnya yang mengalami penurunan sekitar 2,5 persen dan membuat pendapatan petani menurun.

Dengan naiknya suhu pendingin destilasi produk minyak menurun karena proses kondensasi terganggu, sehingga sebagian minyak ikut menguap. Hasil dari destilasi hanya sekitar 2,5 persen.
Bambang lantas mendeskripsikan komponen alat atau luaran yang akan dibuat. Pada alat pertama yaitu pendingin air kolam menggunakan Pompa air 150 W, Solar cell 500 WP, Alat control suhu untuk mengoperasikan pompa, Accu 120 AH, Inverter 1000 W, Wadah untuk unit pompa, dan Tenda untuk solar cell.

Selanjutnya untuk alat pengaduk membutuhkan Pompa air 125 W satu unit, Rangkaian pipa satu unit, dan kontrol otomatis untuk waktu. Terakhir hanya pelengkap seperti pipa baru untuk mengganti pipa yang berkarat.
“Bila belum mencapai harus dilakukan kontrol ulang ke semua peralatan yang telah dibuat. Bila alat sudah bekerja dengan baik sesuai dengan harapan maka dilakukan penyerahan alat ke kelompok petani,” jelas Bambang.

Perlu diketahuin, Bambang bersama tim juga membuat luaran lain selain alat dari hasil PPM yang sudah dilaksanakan. Luaran tersebut yaitu rilis Jurnal Nasional Sinta 4 (proses jurnal internasional), publikasi media massa, peningkatan Iptek di masyarakat, peningkatan kualitas produk, dan mendaftakan paten sederhana. (hamara)
