PMM Bhaktiku Negeri UMM Kelompok 84 Edukasi Konsumen Tentang Nilai Merek dan Kemasan
TABLOIDMATAHATI.COM, PACITAN– Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 84 Gelombang 3 telah melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) di Desa Cangkring, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Program kerja ini kami mengusung tema “Pentingnya Sebuah Merek/Branding Dan Kemasan Produk” yang dirancang khusus untuk mengedukasi para pelaku UMKM Kolong Klethik di Desa Cangkring.
PMM Kelompok 84 gelombang 3 ini beranggotakan Untin Khafidah, Selen Imei, Fasya Aulia Wijaya, Al-Muthi’ah Lirobbiha, dan Kheysha Salsabela. Kami di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Novi Puji Lestari, SE., MM. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Merek merupakan strategi jangka panjang yang memiliki nilai ekonomis bagi konsumen maupun bagi si pemilik merek. Dalam pembuatan merek harus memperhatikan hal-hal seperti sederhana dan ringkas, mengandung keaslian, mudah dibaca atau di ucapkan, mudah diingat, tidak sulit digambarkan, dan tidak mengandung konotasi yang negatif. Adanya merek bisa dijadikan sebagai alat promosi, dengan hanya menyebut nama merek konsumen.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan selama 1 hari. Kegiatan dilakukan dengan pelaksanaan sosialisasi mengenai pentingnya branding produk melalui label kemasan bagi pelaku UMKM. Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan pembuatan desain label kemasan. Sebelum membuat desain label kemasan, terlebih dahulu berdiskusi dan bertanya kepada selaku pemilik UMKM di desa Cangkring ini terkait bentuk, warna, dan informasi apa saja yang akan ditampilkan dan diaplikasikan ke dalam desain kemasan produk. Pembuatan desain label kemasan cukup cepat karena menggunakan aplikasi Canva yang mana aplikasi tersebut cukup mudah dalam pengoperasiannya.
Setelah desain kemasan selesai dibuat, selanjutnya mahasiswa mencetak desain label kemasan yang sudah jadi tersebut dan memberikannya kepada pelaku UMKM. Label kemasan tersebut juga diberikan dalam bentuk soft file agar pelaku UMKM dapat menggandakan label tersebut secara mandiri. Selain melakukan sosialisasi dan pembuatan label kemasan, mahasiswa juga memberikan leaflet. Leaflet ini berisi ringkasan materi yang telah disampaikan yang berisi tentang pentingnya penerapan branding produk oleh UMKM dan informasi lain yang bermanfaat dan harapannya leaflet tersebut dapat menjadi media belajar pelaku UMKM dalam mengenal tentang branding produk.

Kemasan merupakan bagian dalam branding untuk mengenalkan produk ke pasar. Seringkali pelaku UMKM berpikir, bahwa yang terpenting dalam pemasaran adalah kualitas produk sehingga kurang memberi perhatian pada kemasannya.. Kami menawarkan kemasan atau packaging yang lebih kekinian dan aman seperti menggunakan plastik ziplock, plastik standing pouch. Struktur kemasan mudah dibuka, mudah ditutup, mudah dibawa (ergonomi). Bentuk dan ukuran menarik sesuai dengan kebutuhan menciptakan daya tarik visual bagi konsumen. Bentuk fisik kemasan ditentukan oleh sifat produk itu sendiri, sistem penjualan, display, distribusi dan segmen pasar.
Di era globalisasi saat ini, persaingan antar pelaku UMKM ataupun perusahaan untuk meraih konsumennya sangat ketat. Dengan adanya sosialisasi branding produk serta pembuatan label kemasan ini, diharapkan dapat membantu UMKM tersebut agar menjadi lebih maju kedepannya dan dapat dikenal lebih luas. Dan dengan adanya label kemasan yang menarik, harapannya dapat menjadi langkah awal branding yang baik bagi UMKM dan meningkatkan brand image (citra merek) dari produk tersebut sehingga dapat lebih menarik konsumen untuk membeli dan diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk.

Karena kemasan merupakan hal pertama kali disentuh atau dilihat oleh konsumen dalam memilih sebuah produk. Jika kemasannya bagus dan menarik tentu konsumen akan mendekat, meraih serta melihat dengan lebih dekat dan detail produk yang sedang ditawarkan. Kemasan yang baik dan menarik dapat menciptakan dorongan untuk membeli.
Kegiatan sosialisasi yang dilakukan di kantor desa Cangkring ini mendapatkan respon yang sangat baik dan diterima dengan hangat oleh pelaku UMKM Kolong Klethik. Bahkan salah satu anggota sekaligus penasihat yaitu, Ibu Rum mengatakan bahwa “Saya mewakili pelaku UMKM disini merasa senang dan mengucapkan banyak terima kasih kepada mbak atas ilmu baru yang di berikan kepada kami hari ini, semoga apa yang dilakukan hari ini dapat menjadi manfaat untuk kita semua’’. (penulis/foto: pmm 84 gel 3 umm/editor: hamim)
