PMM 24 UMM Bantu Tempat Sampah Wujudkan Wisata Petik Jeruk Bersih-Nyaman
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, menjadi pilihan lokasi mitra Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Kelompok 24 gelombang 1 Universitas Muhammadiyah Malang (PMM 24 UMM) dengan tema edukasi tentang kebersihan lokasi wisata.
Melalui Koordinator PMM 24 UMM, Bintang Pramudia Agung A Purba, mengungkapkan bahwa PMM 24 UMM ini selain dirinya juga beranggotakan empat mahasiswa lain yaitu, Talia Adilla, Mazidatus Syawwalia, M Arsyad Al-Amin, dan Maisa Utami. Mereka dalam arahan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Chalimatuz Sa’diyah, SE, MM.
Memilih Desa Mulyorejo sebagai tempat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, disebabkan desa tersebut merupakan salah satu desa yang memiliki berbagai tempat wisata. Salah satunya yaitu wisata petik jeruk milik warga setempat Bapak Ahmad Tarmidzi. Bapak Ahmad Tarmidzi tidak hanya mengelola lokasi wisata petik jeruk tetapi juga menjual bibit jeruk.

Menariknya kata Bintang Pramudia, saat wisatawan berkunjung di wisata kebun jeruk milik Ahmad Tarmidzi selain petik jeruk sekaligus mendapatkan edukasi tentang cara penanaman jeruk yang baik dan benar bagi para wisatawan yang ingin belajar.
Nah, tandas Bintang Pramudia, dalam rangka mengedukasi wisatawan tersebut, tim PMM 24 UMM juga menyelipkan tentang bagaimana menciptakan lingkungan wisata yang bersih dan nyaman. Caranya edukasi pentingnya tempat sampah untuk lokasi wisata agar terciptanya lokasi wisata yang indah.
Kondisi tersebut menjadi inspirasi PMM 24 UMM gelombang 1 selama 30 hari fokus menciptakan lingkungan wisata petik jeruk milik Ahmad Tarmidzi yang berlokasi di Jl. Watu Gede, RT.01/RW.01, Selorejo, menjadi bersih dan nyaman. Caranya dengan menempatkan sejumlah tempat sampah pada titik yang sudah ditentukan. Sehingga ketika wisatawan usai petik jeruk dan makan buah tersebut di lokasi bisa membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan.

“Dengan adanya tempat sampah akan membuat kesadaran para wisatawan pentingnya kebersihan. Karena biasanya ketika tempat sampah sulit ditemukan para wisatawan membuang sampah sembarang. Oleh karena itu pentingnya keberadaan tempat sampah dapat memberikan dampak positif lokasi wisata,” ujar Bintang Pramudia.
Dijelaskan Bintang Pramudia kelancaran kegiatan ini tidak lepas dari dukungan pemilik wisata petik jeruk dan para pekerja di kebun wisata petik jeruk milik Ahmad Tarmidzi. Maka dari itu segenap anggota PMM 24 UMM mengucapkan terima kasih kepada pihak pemilik wisata petik jeruk dan para pekerja. Sebab sudah memfasilitasi lokasi wisatanya sebagai mitra untuk dilaksanakannya PMM 24 UMM. Semoga proker PMM 24 UMM dapat menjadi salah satu solusi bagi lokasi wisata petik jeruk yang berada di Desa Selorejo.
Selain membantu sejumlah tempat sampah, ucap Bintang Pramudia, anggota PMM 24 UMM juga membantu mempromosikan tempat wisata petik jeruk milik Ahmad Tarmidzi dengan sistem digital marketing sehingga calon wisatawan lebih mudah menemukan lokasi wisata tersebut.
Sementara itu, Ahmad Tarmidzi menyampaikan terimakasihnya atas penambahan bantuan bak sampah oleh PMM 24 UMM. “Terimakasih atas bantuan seperti menambahkan fasilitas tambahan kepada agro wisata petik jeruk tersebut yang berupa bak sampah dan dengan adanya tambahan bak sampah tersebut agar berguna bagi wisatawan untuk tidak membuang sampah pada tempat wisata,” tuturnya. (rilis: pmm 24 umm/editor: doni osmon)
