Peringati Hari Ibu, PDA Kota Malang Siapkan Generasi Unggul-Menjadi Aisyiyah Sejati
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Menjadi salah satu hari yang diperingati layaknya hari pahlawan, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Malang mengadakan Peringatan Hari Ibu dengan khidmat di GKB IV UMM pagi ini (22/12). Kegiatan diikuti sekitar 300 lebih peserta dari internal PDA Kota Malang, Organisasi Perempuan Kota Malang, Pimpinan AUM, PCA, PRA, dan Ortom.

Dalam acara peringatan tersebut mengundang dua pembicara. Adapun tema yang dibawakan adalah “Ibu Cerdas Kunci Ketahanan Keluarga”. Diawali dengan sambutan yang dibawakan oleh Ketua Pelaksana, Dra. Hj. Lu’lu’Atul Ummah, yang menyampaikan ucapan selamat hari ibu dan berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mempersiapkan acara dengan matang. Selanjutnya juga diberikan sambutan dari Wakil Rektor V UMM (mewakili rektor sekaligus PWA Jatim), Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si, yang berharap kegiatan ini bisa mengantisipasi segala hal buruk pada anak dengan peran ibu sebagai kunci ketahanan keluarga.

Senada dengan hal itu, Ketua PDM Kota Malang, Prof. Dr. Abdul Harris, MA., mengatakan bahwa Ibu yang cerdas berperan aktif dalam moralitas anak yang akan menjaga bangsa dari kehancuran.
Menuju materi, sesi pertama dibawakan oleh Ketua PDA Kota Malang, Dra. Hj. Sri Herawati dengan judul “Menyiapkan Generasi Unggul Dengan Nutrisi Yang Seimbang”. Menurut Herawati sangat penting mempersiapkan hal tersebut dikarenakan berdasar pada perintah Q.S An-Nisa ayat 9. Generasi yang unggul juga akan lahir jika terpenuhinya nutrisi makanan yang seimbang.

“Ada tiga upaya yang bisa dilakukan, pertama yaitu menyusun prioritas. Kedua adalah fokus para keunggulan. Serta yang ketiga yakni mengambil tanggung jawab.” Ucap Ketua PDA Kota Malang untuk mewujudkan keunggulan.
Dilanjutkan dengan materi kedua dari Dra. Hj. Shoimah Kastolani dari Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, yang berjudul “Aisyiyah Sejati Menjadi Istri dan Mengatur Negeri”. Shoimah memulai dengan dasar-dasar teologis posisi perempuan dalam beberapa aspek seperti seorang ibu-pendidik anak, istri-pendamping suami, pendidik, dan bahkan sebagai pengatur negeri.

Dalam beberapa materinya disebutkan beberapa nama tokoh perempuan inspiratif yang tercatat dalam sejarah negara seperti Ibu Fatmawati, Nyai Siti Walidah, R.A Kartini, dan yang lainnya. Bahkan Shoimah juga mengingatkan kembali di sela materinya bahwa ‘Aisyiyah sudah menerima banyak apresiasi dan penghargaan sehingga menjadi bukti nyata dapat memberikan sumbangsih pada masyarakat dan negara.

Tujuan peringatan Hari Ibu tersebut menjadi pengingat bersama bagi semuanya bahwa sebagaimana penggalan lirik dari Mars ‘Aisyiyah “Di telapak kakimu terbentang surga, ditanganmu lah nasib bangsa. Mari beramal dan berdarma bakti, membangun negara. Mencipta masyarakat islam sejati, penuh karunia.”(reporter: hamara)
