PDA Purworejo Gelar Seminar Pendidikan Politik Perempuan
TABLOIDMATAHATI.COM, PURWOREJO– Pimpinan Daerah `Aisyiyah (PDA) Purworejo menggelar Seminar Pendidikan Politik Perempuan baru-baru ini di Auditorium Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Purworejo. Mengusung tema “Gerakan Perempuan Aisyiyah untuk Politik Keadilan dan Kemanusiaan”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis untuk mendorong peningkatan kapasitas politik perempuan di tingkat daerah.
Acara tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari berbagai unsur Aisyiyah, seperti Pimpinan Daerah, Cabang, dan Ranting Aisyiyah; kepala sekolah Amal Usaha Aisyiyah; komunitas dan organisasi perempuan Muhammadiyah; pegawai RSU Aisyiyah; serta organisasi otonom Muhammadiyah. Jumlah kehadiran yang besar menunjukkan antusiasme perempuan Purworejo untuk memahami peran mereka dalam dinamika politik nasional maupun daerah.
Misi Meningkatkan Melek Politik Perempuan
Ketua PDA Purworejo Nur Ngazizah menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan memperkuat kesadaran politik perempuan. “Perempuan harus memahami sistem politik dan demokrasi agar dapat berpartisipasi secara aktif, baik sebagai pemilih maupun sebagai pengambil kebijakan,” ujarnya dalam sambutan. Ia menegaskan bahwa selama ini partisipasi politik perempuan masih tertinggal karena berbagai hambatan struktural dan kultural.
“Kami mengedukasi dan juga memberikan pencerahan kepada para aktivis ‘Aisyiyah agar berpartisipasi aktif di bidng politik. Politik disini bukan saja terjun pada partai politik saja tetapi bagaimana kita bisa berkontribusi berkolaborasi bersinergi nyata dalam pembangunan di Kabupaten Purworejo. Nah, peran perempuan ‘Aisyiyah terutama bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan pemerintah yang berpihak pada perempuan dan anak. Tentunya pemberdayaan perempuan dan anak ini akan sangat erat dengan ‘Aisyiyah karena bisa berkontribusi pada tingkat yang paling bawah sejak dari dasawisma, PKK, Desa kelurahan masing-masing. Bukan politik pragmatis tetapi yang bisa mengambil startegi dan peran untuk bisa aktif dalam masyarakat. Sehingga perempuan berkemajuan bisa kit wujudkan bersama-sama. Harapannya selepas mengikuti pendidikan politik kali ini semakin bisa bergerak di cabang dan ranting untuk membangun Purworejo dimana semua perempuan aktif dan berdaya di masyarakat untuk mensejahterakan umat.” ungkap Nur Ngazizah.
Menurutnya, beberapa faktor yang menghambat perempuan terjun ke dunia politik antara lain minimnya literasi politik, kurangnya dukungan lingkungan, serta kuatnya budaya patriarki yang membatasi peluang perempuan untuk tampil. Karena itu, ia berharap seminar ini menjadi momentum bagi perempuan untuk membangun kepercayaan diri dan memperluas pengetahuan politik mereka.
Selain itu, tujuan kegiatan ini mencakup upaya membentuk jejaring antarperempuan, meningkatkan kewaspadaan terhadap paham radikal dan terorisme, memahami proses legislasi, serta membangun motivasi agar perempuan berani tampil sebagai pemimpin. Seminar ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran politik perempuan guna mewujudkan pemilu yang lebih inklusif.
Rangkaian Acara Diawali Penampilan Siswa dan Launching Program
Sebelum memasuki sesi materi, acara dibuka dengan pra-acara yang menampilkan kreativitas siswa-siswi PAUD Aisyiyah dan SD Aisyiyah Unggulan Purworejo. Selain itu, PDA Purworejo juga meluncurkan sejumlah program majelis dan lembaga yang bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.
Di sela-sela kegiatan, dilakukan pula pengukuhan 43 kepala sekolah Amal Usaha Aisyiyah dari TK dan PAUD se-Kabupaten Purworejo. Pengukuhan ini menjadi simbol penguatan peran perempuan dalam dunia pendidikan. (akhmad mauludin m/rilis grup media afiliasimu)
