Melengkapi Pengusaha, Mada Kembangkan Majelis Ekonomi Expert Psikologi Pasar
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Kehadiran Ahmad Sulaiman akrab disapa Mada sebagai pengurus Majelis Ekonomi Bisnis Pariwisata (MEBP) Kabupaten Malang menyempurnakan komposisi antara pengusaha dengan expert bidang psikologi.
Kok bisa? Mada menyebutkan bahwa selama ini ilmu psikologi dibutuhkan secara menyeluruh nyaris di semua bidang. termasuk dalam suatu organisasi ekonomi seperti MEBP ini. Tujuannya adalah agar para anggota yang sebagian besar adalah pengusaha mengetahui bagaimana psikologi pasar tersebut.

Psikologi pasar meliputi psikologi konsumen, psikologi buying, bahkan psikologi hutang. Secara komprehensif agar dapat memprediksi apa yang menjadi minat, kebutuhan, tren, sehingga produk yang dimunculkan bisa terjual diterima konsumen.
Kata Mada, psikologi pasar juga mempunyai kekuatan besar karena meliputi psikologi advertising (iklan). Dengan memahami bagaimana menciptakan brand atau value maka sesuatu yang barangkali tidak konsumen butuhkan namun melalui psikologi advertising yang dilakukan bisa mengubah mindset konsumen bahwa produk tersebut dibutuhkan.

“Saat ini banyak pengusaha yang masih bingung menjual produknya diterima konsumen. Hal ini bukan berarti produk tersebut tidak mempunyai nilai manfaat, bisa juga disebabkan kurang tepatnya si pengusaha menunjukkan pada konsumen nilai kebermanfaatan produk tersebut,” tandas Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Menariknya, tandas Mada, saat ini psikologi pasar sudah dikombinasikan dengan data sains. Sehingga ketika seseorang ini membuka gadget dan mengetik sesuatu bahkan ketika seseorang berbicara dalam hati entah mengapa smart gadget itu sudah bisa mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh penggunanya.
“Google itu mempunyai data lengkap diri penggunanya. Dari data ini untuk memprediksi apa yang dibutuhkan atau yang akan dibutuhkan penggunanya. Sehingga muncul iklan-iklan tersebut,”

Jadi piskologi pasar tidak hanya membantu apa yang dibutuhkan namun juga membantu pengusaha untuk merekayasa sosial terkait apa yang memang dibutuhkan. Sehingga para pengusaha tidak mengejar atau mencari namun menciptakan pasar. Pengusaha tidak mengidentifikasi namun mengkreasi kebutuhan pasar.
Implementasi di MEBP? Mada mengatakan melakukan sinergi pengetahuan psikologi dengan ekonomi dalam bentuk membangun pelatihan mengajarkan bagaimana analisis menciptakan kebutuhan pasar. Termasuk workshop. Bahkan saat ini sudah dilaksanakan oleh sebagain anggota MEBP Kabupaten Malang.
Termasuk bagaimana memetakan pemasaran produk online (digital) dan produk offline (yang cenderung lokal) karena basis perilaku konsumennya di segment yang berbeda. (doni osmon)
