LRB MDMC-Lazismu PWM DIY Bantu Korban Erupsi Gunung Lewotobi Flores Timur NTT
TABLOIDMATAHATI.COM, YOGYAKARTA – Jum’at (6 Desember 2024), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta melepas personil relawan yang akan memberikan dukungan penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kab. Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jumlah personil yang diberangkatkan sebanyak 13 orang yang terdiri dari 10 orang pengelola pos pelayanan dan 3 orang tenaga kesehatan. Hal ini merupakan tindaklanjut atas permintaan LRB PP Muhammadiyah kepada PWM Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pemberangkatan personil tersebut tak lepas dari dukungan pendanaan penuh oleh LAZISMU PWM DIY dan juga dari rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dan RS PKU Muhammadiyah Bantul.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan sumber daya relawan untuk mengelola satu pos pelayanan Muhammadiyah (1), Memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat (2), Memastikan ketercukupan kebutuhan penyintas di pos pelayanan Muhammadiyah (3), Melakukan asesmen lanjutan (4), dan (5).
Dalam sambutannya, PWM DIY memberikan apresiasi kepada LRB PWM DIY yang terus berkiprah membantu penanganan darurat bencana baik di wilayah DIY maupun wilayah lainnya.
Indrayanto (Ketua LRB PWM DIY), menjelaskan bahwa dukungan respon yang akan diberikan oleh Lembaga Resiliensi Bencana PWM DI. Yogyakarta bersama MPKU dan LAZISMU PWM DIY antara lain:
- Dukungan Personil Relawan Pengelola Pos Pelayanan Muhammadiyah (POSYAN).
- Dukungan Tenaga Kesehatan
- Dukungan Obat – Obatan
- Tim Asistensi dan Monitoring
“Relawan yang diberangkatkan akan bertugas mengelola Pos Pelayanan Muhammadiyah di Desa Pululera, Kec. Wulanggitang, Kab. Flores Timur. Relawan pengelola pos pelayanan akan bertugas selama 30 hari sedangkan tenaga kesehatan bertugas selama 14 hari”, terang Indrayanto.
Terkait kondisi di sana, masyarakat sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki memang ada yang dipulangkan re rumahnya masing-masing. Meski sudah pulang, para warga masih tetap waspada akan kondisi sekitar yang masih belum aman.
“Sehingga, para warga butuh pendampingan dari relawan,” kata Indrayanto, Ketua LRB PWM DIY.
Tak hanya itu, beberapa Puskesmas di sana juga masih tutup. “Sehingga tim yang dikirim selain untuk melayani kesehatan juga diharapkan untuk menghidupkan Puskesmas,” harapnya.
Indra menyampaikan terima kasih kepada PWM DIY, LAZISMU PWM DIY, MPKU PWM DIY, dan 3 RS PKU Muhammadiyah yang telah mendukung upaya dukungan sumber daya tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sinergi antar lembaga dan majelis di PWM DIY berjalan dengan baik.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY, Cahyono, S.Ag. berharap para relawan bisa berkontribusi untuk dua misi, yaitu sosial dan dakwah. Misi sosial artinya dapat membantu masyarakat dengan prinsip kemanusiaan tanpa memandang agama dan latar belakangnya.
Misi dakwah, dengan gerakan amar ma’ruf artinya relawan diharapkan mampu menunjukkan kebaikan Islam dan Muhammadiyah kepada masyarakat di sana sekalipun berbeda agama atau keyakinan.
“Semoga selama perjalanan diberi kemudahan dan senantiasa sehat walafiat. Aksi amalan yang dilakukan adalah misi dakwah dan sosial Muhammadiyah, ini akan menjadi amal ibadah yang insya Allah akan diterima oleh Allah SWT,” tandas Cahyono. (arief hartanto)
