Koiponik Inovasi PKM Prodi Akuakultur UMM Libatkan Petani Ikan-Sekolah
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Pengabdian Blockgrant oleh Tim Dosen Program Studi Akuakulur Universitas Muhammadiyah Malang di Desa Parangargo, Wagir berhasil memberikan ilmu baru dan pendampingan implementasi seputar sistem budidaya Koiponik. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih seminggu (3-10/10/2022) di kelompok pembudidaya ikan “Gemari Jaya” dan beberapa sekolah.
Laporan kegiatan disampaikan oleh Koordinator Tim Dosen Pengabdi, Soni Andriawan S.Pi, M.P, disapa Soni, menceritakan latar belakang alasan atau landasan kegiatan penagbdian masyarakat berbasis sekolah dengan judul “Aplikasi Sistem Budidaya Koiponik”.

Ditemui di lapangan bahwa masih belum paham terkait teknik Koiponik dan bagaimana menerapkannya. Selain itu juga dengan hadirnya teknologi Koiponik bisa membantu warga dalam menerapkan teknologi tepat guna dan mewujudkan program ketahanan pangan nasional.
Soni bersama rekan tim yang terdiri dari dua anggota dosen yaitu Riza Rahman Hakim S.Pi., M.Sc dan Dr. Ir. David Hermawan M.P., IPM. serta beberapa mahasiswa yang tergabung sebagai tugas PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa). Dosen dan mahasiswa Prodi Akuakultur salin bekerjasama meringankan pengabdian guna hasil yang ingin dicapai.

Dalam pelaksanaannya terbagi dalam beberapa tahapan. Dimulai dengan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dengan Kepala Desa setempat untuk melihat keadaan di lapangan. Selanjutnya tahap penyiapan bibit tanaman untuk akuaponik dan Ikan Koi. Tim pengabdian dibantu dengan Karang Taruna Desa Parangargo mempersiapkan kebutuhan alat dan bahan seperti benih tanaman (pakcoy, kangkong, selada),
Netpot, Rockwool, Sumbu, Pupuk, dan Ikan Koi sebanyak 250 ekor ukuran 7-9 cm. Sebelum ditanam benih-benih diseleksi untuk melihat yang terbaik dengan cara direndam. Setelah terseleksi benih ditanam dalam media tanam akuaponik. Menuju tahap terakhir yaitu perakitan akuaponik dengan ukuran 1 x 1 meter dengan sistem Deep Flow Technique (DFT).

Penggabungan akuaponik dan budidaya ikan koi memberikan keuntungan seperti kesinambungan nutrisi yang dialirkan melalui akuaponik, mengurangi kebutuhan air, mengurangi resiko ikan mati ketika pemadaman listrik, dan juga tanaman yang bisa tumbuh segar.
Hasil dari pengabdian selama seminggu penuh menunjukkan bahwa 86 persen dari peserta yang dilakukan pendampingan menginginkan untuk membuka usaha akuaponik karena beragam alasan seperti tingkat kepraktisan, pengetahuan baru, dan manfaat lainnya. (reporter: hamara/editor: doni osmon)
