Kajian Sambut Ramadhan Yayasan Masjid Khadijah Bahas Puasa Secara Medis
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Bagian sosial masjid Khadijah Malang selain menggelar bazar pasar murah juga mengadakan kajian menyambut ramadhan. Mengundang pemateri ahli dalam bidang medis, dr. Thontowi Djauhari Nur Subchi, M.Kes, untuk menjelaskan puasa dalam perspektif kesehatan. Kajian menjelang ramadhan oleh dokter Thontowi diikuti ibu-ibu Aisyiyah dan jama’ah besar masjid Khadijah pada (4/3).
Sebelum kajian dimulai, Ketua Yayasan Masjid Khadijah Malang, Ir. Ahmad Fadillah Syulaba MT, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempersiapkan dan mensupport penuh acara. Sudah lebih 40 tahun, ujar ustadz Fadil-begitu Ahmad Fadhillah disapa-, dirinya terhubung dengan masjid Khadijah. Selama rentang waktu tersebut ustadz Fadil mengetahui pasti bahwa saat ini masjid Khadijah sudah benar-benar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kami berharap untuk selanjutnya bisa dikembangkan oleh orang-orang yang akan menggantikan kami, semoga lebih baik lagi. Kegiatan seperti ini yang di-idamkan selama ini, masjid yang indah adalah masjid yang bisa difungsikan seperti untuk acara-acara seperi ini,” ujar Dosen Fakultas Teknik Universitas Merdeka Malang ini.
Sementara itu, dr. Thontowi Djauhari Nur Subchi, M.Kes, mengungkapkan tentang puasa. Dokter Thontowi atau juga sering dipanggil dokter Tomi memulai dengan bertanya pada jama’ah perihal kenapa ada yang sakit ketika mulai berpuasa.

Menurut dokter Tomi ada perubahan kondisi yang tidak biasanya karena dalam 11 bulan di luar selain ramadhan seseorang jarang atau tidak pernah mengatur asupan yang dimakan atau diminum, dan ketika berpuasa tubuh akan menyesuaikan kembali bertahap.
Dokter Tomi menjelaskan ketika berpuasa maka organ tubuh di-istirahatkan. Selama berpuasa, ketika seseorang dalam waktu sebelas bulan simpanan energi yang sudah ditumpuk dalam badan diserap kembali untuk keperluan aktivitas sedikit demi sedikit sehingga menimbulkan efek mengantuk dan itu wajar.

Berpuasa disebut dokter Tomi sebagai proses detoxifikasi atau menggelontorkan racun dari tubuh dan salah satu bentuk diet yang bagus bagi tubuh. Itu sebabnya dokter Tomi mengingatkan untuk selalu menjalankan sunnah-sunnah lainnya di samping berpuasa.
Menjadi penting juga untuk selalu menjaga kesehatan, jangan sampai ketika selesai bulan ramadhan, seseorang kembali ke pola hidup yang tidak sehat dalam sisi aktivitas konsumsi makanan dan minuman.
“Hikmah puasa itu membuat kita mendapat pahala dan tubuh bisa sehat, tetapi harus tetap hati-hati pasca puasa jangan sampai tidak terkontrol lagi,” pesan dokter dari RSU UMM. (reporter: hamara/editor: doni osmon)
