H. Puguh Wiji Pamungkas: Kita Butuh Peradaban Lebih Baik Untuk Memakmurkan Indonesia
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Kajian membasuh batin Komunitas Nusantara Gilang Gemilang yang di selenggarakan rutin setiap Selasa di Base Camp King Sulaiman Karang Besuki Kota Malang, Selasa (29/8/2023), menghadirkan 4 orang sebagai narasumber.

Yakni, Owner PT Pusat Bekam Internasional Dr. HC. Yusman Dawolo, M.Kom.I yang menyampaikan kajian buku Noble Purpose karya Lisa Earle Mcleod. Untuk Kajian kehidupan mengangkat isu terkait karisma pemimpin dan capaian kinerja yang disampaikan oleh Founder Priadi & Associates Dedi Priadi, MT, MA.

Pada Kajian pemikiran manifestasi Islam dalam politik nasional disampaikan oleh Pengasuh Ponpes PIQ Singosari Ir. Mochamad Nu’man, MM serta kajian bisnis BUMDES VS Pasar Modern oleh Mantan Kepala Bappeda Kediri Ir. Budi Santoso M.S
Dalam sambutannya Presiden Nusantara Gilang Gemilang H. Puguh Wiji Pamungkas mengajak seluruh anak bangsa bersatu dan bersama sama mewujudkan Nusantara yang Gemilang.

Puguh juga menyampaikan bahwa kepesertaanya di Komunitas NGG yang di nahkodai bukan hanya berasal dari kalangan tertentu yang manfaatnya untuk kalangan tertentu, namun diharapkan kehadirannya bermanfaat untuk seluruh lapisan masyarakat.
“Kita hadir di sini bersama-sama untuk mengasah kepemimpinan, serta mengasah kepedulian untuk mewujudkan bangsa kita yang Gilang gemilang. Oleh karena itu kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh narasumber.” Kata H. Puguh Wiji Pamungkas.

Salah satu narasumber yang hadir adalah Mochammad Nu’man tokoh yang juga aktivis aktif di PDI Perjuangan, kehadirannya mampu menepis anggapan bahwa NGG itu hanya untuk kalangan tertentu dan kelompok tertentu.
“Kemudian Bapak Budi Santoso yang telah menyampaikan ajakan untuk kolaborasi dalam menghidupkan BUMDes, yang nantinya akan disambung oleh VP NGG yang membidanginya. ” Lanjutnya.

Founder sekaligus Owner RSU Wajak Husada tersebut menyatakan bahwa yang di butuhkan bangsa Indonesia saat ini adalah suplai Iron Stock atau Peradaban bangsa Indonesia.
Puguh juga bercerita tentang kunjungan silaturahmi ke beberapa desa di kabupaten Malang, seperti waktu di desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo.

“Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke desa Ngadas, yang letaknya paling luar di kabupaten Malang, dengan jumlah 1.700 penduduk. Ada beragam keyakinan yang dianutnya, diantaranya Islam, Hindu dan Buda. Namun masyarakatnya hidup berdampingan dengan rukun.” Terang suami dari Fitriya Fajar Wati tersebut.

Menurut dia, waktu berkunjung dan bertemu langsung dengan kadesnya terdapat kekhawatiran yang dirasakan oleh kadesnya yaitu kekurangan sumber daya manusia, kekurangan anak anak muda yang berperan memajukan desanya.
Oleh karenanya, Puguh menjelaskan bahwa perjalanan 3 tahun NGG yang terus merawat optimisme, bakal mampu melahirkan tulang punggung bangsa, serta memakmurkan Indonesia. (pewarta : ruwiyanto)
