Ditemani PDM Jombang, Ketua PWM Jatim Menembus Hutan Gunung Anjasmoro Kunjungi PRM Junggo
TABLOIDMATAHATI.COM, JOMBANG-Anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Junggo, PCM Wonosalam, PDM Kabupaten Jombang, pada (1/3) sangat terharu menyambut kedatangan Ketua PWM Jatim Dr. dr. Sukadiono ke PRM Junggo yang merupakan pemukiman dataran tinggi di Kabupaten Jombang karena lokasinya terletak di lereng Gunung Anjasmoro.
Itulah kesan yang terekam Ketua PDM Jombang, Dr. Abdul Malik, MP, IPU, ketika mendampingi ustadz Sukadiono bertemu dengan kader sekaligus warga Muhammadiyah di masjid Al Huda PRM Junggo.

Saat berkunjung ke PRM Junggo, diceritakan ustadz Abdul Malik, bahwa rombongan PWM Jatim selain ustadz Sukadiono juga bersama Sekretaris PWM Jatim, ustadz Prof. Bianto, Bendahara ustadz Drh. Zainul Muslimin, dan Wakil Ketua Bidang Majelis Tarjih-LP2M, ustadz Dr. Syamsudin. Bahkan Prof Ahmad Jainuri penasehat PWM Jatim turut mendampingi naik lereng gunung Anjasmoro. Kunjungan semakin lengkap dengan hadirnya unsur Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jatim diwakili ustadzah Siti Dalilah Chandra.
Diceritakan ustadz Abdul Malik, kunjungan para pimpinan PWM-PWA Jatim ke PRM di Dusun Junggo untuk memberikan support moril para kader di PRM terpencil karena berada di tengah hutan. Rombongan harus melewati jalan berliku, curam, dan jalan makadam berbatuan hingga jalan buntu. Kunjungan unsur PWM Jatim tersebut tentu saja menjadi motivasi bagi warga persyarikatakan setempat.

Di tempat sama, Kyai Syamsudin ketika memberikan tausiah menuturkan bahwa setiap orang atau pendakwah mempunyai potensi dan tantangan yang tidak sama atau berbeda-beda. Ada yang ringan dan ada yang berat seperti yang dialami para muballigh-kader PRM Junggo ini.
Secara pribadi, tandas Kyai Syamsudin dalam pengamatannya tantangan dakwah di PRM Junggo sangat kompleks, tapi yakinlah Allah akan memberikan jalan keluar kemudahan karena itu harus tetap istiqomah dalam berdakwah.
Masih di tempat sama, Ketua PRM Junggo, Purwanto menceritakan tantangan berdakwah di Dusun Junggo ini. Bagaimama pengurus PRM Junggo berupaya mempertahankan pembelokan aqidah warga dan menghidupkan masjid yang amalannya tetap seperti manhaj Muhammadiyah. Sebagaimana wasiat para pendiri dan perintis berdirinya masjid ini bukan hal mudah.
Meski begitu, Purwanto dan yang lain bersyukur pertolongan Allah selalu hadir. Termasuk kehadiran para pimpinan PWM-PWA Jatim ke PRM Junggo merupakan salah satu bentuk pertolongan Allah kepada PRM Junggo. Itu sebabnya atas nama PRM Junggo menyampaikan terimakasih atas dukungan PCM Wonosari, PDM Jombang, dan PWM Jatim.
“Kami terharu bahagia karena dikunjungi para pimpinan Muhammadiyah-Aisyiyah Jatim. Beginilah kondisi ranting dan masjid Al Huda yang menjadi pusat dakwah PRM Junggo. Kami berharap ke depannya ada dukungan dari PWM-PWA Jatim,” harap Purwanto.

Ketua PWM Jatim, ustadz Sukadiono, mengapresiasi para kader dan warga persyarikatan di PRM Junggo. Sebab rombongan PWM Jatim mengalami sendiri betapa beratnya perjalanan menuju PRM Junggo. “Kalau melihat-merasakan betapa tantangan bapak dan ibu berdakwah di sini di mana kondisi geografisnya yang sulit, dana yang minim, sumber insani terbatas, ekonomi jama’ah yang masih belum stabil, insyaAllah akan menjadi kunci surga bahkan masuk surga lebih awal dibandingkan kami yang ada di PWM,” ucap ustadz Sukadiono langsung di-amin-kan oleh jama’ah.

Sebagai closingnya, ustadz Sukadiono mengucapkan terimakasih para kader dan warga persyarikatan Muhammadiyah-Aisyiyah di Junggo yang telah gigih berjuang dahkwah manhaj Muhammadiyah di “luar Indonesia” ini. InsyaAllah ke depan PWM Jatim akan lebih memperhatikan dan membantu cabang, ranting yang masuk kategori 3T (Terluar, Tertinggal dan Termiskin). Tapi untuk PRM Junggo ini ditambah satu T yaitu Tertingi. (rilis: mpi jombang/editor: doni osmon)
