Disiplin Pelajar Pancasila, Smamuda Sumberpucung Cukur Rambut Siswanya
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG–SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung populer disebut Smamuda sekolah unggulan double track mempunyai cara nyentrik untuk prpgram disiplin siswanya. Apa cara itu? Staf Bidang Kesiswaan Smamuda, Fahrun Nisa, S.Pd, menyebutkan dengan mengundang Babershop rujukan remaja di Kecamatan Sumberpucung.
Menurut Fahrun Nisa, mengundang barbershop ini sesuai dengan tugas dan fungsi guru. Yakni guru memiliki kebebasan akademik dalam mendidik siswanya, tidak hanya semata-mata mengajar. Seperti dikutip dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Maka, tandas Fahrun Nisa sebagai bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi guru, SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung Bidang Kesiswaan melaksanakan “cukur rambut” massal pada (14/3) di halaman sekolah bagi siswa putra yang rambutnya tidak sesuai dengan ketentuan. Tentu saja aksi cukur rambut ini membuat siswa terkejut sekaligus gembira. Sebab dapat cukur stylish gratis.
“Cukur rambut ini kami lakukan sebagai bentuk pembinaan kedisiplinan bagi siswa agar memiliki pribadi baik, penampilan rapi, dan citra diri yang bersih. Sehingga tampak rapi dan lebih mudah menerima materi pelajaran karena tidak sibuk dengan rambutnya,” ujar Fahrun Nisa.

Kegiatan ini merupakan upaya solutif dari bagian kesiswaan Smamuda setelah sebelumnya siswa yang kedapatan kurang disiplin tentang rambutnya ditegur dan di-sosialisasi melalui peringatan lisan agar menta-ati tata tertib sekolah.
Hasil dari aksi potong rambut ini, kata Fahrun Nisa, siswa lebih rapi dan siap melaksanakan profil pelajar pancasila yang terdiri dari enam poin, diantaranya Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Nah rambut yang rapi bagian dari akhlak mulia. (rilis: humas smamuda/editor: doni osmon)
