Dari Ilmu ke Aksi, Mahasiswa PMM UMM Wujudkan Desa Wonokerso Lebih Sehat
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES UMM) yang tergabung dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) mewujudkan Desa Wonokerso, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang yang lebih sehat.

PMM kelompok 01 gelombang 01 UMM 2025 ini, beranggotakan Dewi Masita Putri, Alifah Mawadda Salsabila, Risa Arianti, dan Aprilia Ayu Mawardini. Dalam menjalankan program kerjanya, PMM kelompok 01 gelombang 01 UMM ini di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Octavina Rizky Utami Putri M.Pd. Perlu diketahui program kerja PMM UMM ini diselenggrakan pada bulan Juli-Agustus 2025 oleh kelompok 01 gelombang 01 ini berfokus dalam bidang kesehatan dimana kegiatan PMM ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (https://www.umm.ac.id/).
Menurut Koordinator PMM kelompok 01 gelombang 01 ini, Dewi Masita Putri disapa Dewi, proker PMM UMM ini adalah komitmen mewujudkan Desa Wonokerso, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, yang lebih sehat. Melalui program PMM, mahasiswa memberikan edukasi kesehatan untuk mendukung program kesehatan setempat dan aksi nyata dalam meningkatkan Kesehatan masyarakat.

Dijelaskan Dewi, kelompok 01 PMM turut berpartisipasi dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang rutin dilaksanakan di Pustu Desa Wonokerso. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan, seperti cek tekanan darah, berat badan, lingkar perut hingga gula darah, yang membantu mendeteksi dini risiko penyakit kronis pada peserta, khususnya lansia.
Puncak kegiatan ditutup dengan Senam Lansia yang di ikuti dengan penuh antusias. Senam tersebut dipandu oleh Alifah Mawadda Salsabila salah satu anggota kelompok PMM. Para peserta bergerak mengikuti irama musik dengan gerakan ringan.

Perlu diketahui, kata Alifah, senam lansia bukan sekadar gerakan olahraga ringan, ini adalah investasi berharga untuk kesehatan dan kebahagiaan di usia emas. Melalui gerakan sederhana namun terarah, senam membantu tubuh lansia tetap bugar, otot tetap kuat, dan sendi lebih lentur. Peredaran darah menjadi lebih lancar, risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi dapat ditekan, serta tulang tetap terjaga dari ancaman osteoporosis.
Tak hanya itu, tandas Alifah, senam lansia juga menjadi momen berharga untuk berkumpul, tertawa, dan saling menyemangati. Suasana penuh semangat ini mampu mengusir rasa sepi, menambah energi positif, dan memupuk rasa percaya diri. Di setiap langkah dan gerakan, ada pesan sederhana namun kuat: Sehat Itu Pilihan dan Bergerak Adalah Kuncinya.
Alifah mengungkapkan kehadiran PMM kelompok 01 gelombang 01 UMM ini memberikan ilmu sekaligus aksi nyata. Karena masyarakat dengan rutin mengikuti senam lansia, dapat merawat tubuh, juga merayakan hidup setiap hari dengan lebih sehat dan lebih bahagia.

Alifah menambahkan kelompok PMM ini juga terlibat dalam kegiatan Posyandu Siklus Hidup, dimana program kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan terpadu untuk seluruh siklus kehidupan manusia, mulai dari bayi hingga lanjut usia. Penyuluhan dengan memberikan materi tentang hipertensi, demam berdarah dengue (DBD) dan typhoid ini dilakukan di posyandu yang dihadiri oleh warga, dari berbagai kalangan usia.
Edukasi disampaikan dengan bahasa sederhana, disertai media visual dan tanya jawab interaktif sehingga warga lebih mudah memahami gejala, pencegahan, dan penanganan dini ketiga penyakit tersebut.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kelompok 01 gelombang 01 PMM UMM berharap dapat menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan hidup sehat di Desa Wonokerso,” harap Alifah. Sebagai clsoingnya, edukasi dan praktik kesehatan yang dilakukan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kualitas hidup masyarakat. Serta mengoptimalkan fungsi Posyandu sebagai pusat informasi dan pelayanan kesehatan terpadu untuk semua kelompok usia. (rilis: pmm 01 gelombang 01 umm/don)
