Bekali Kedisiplinan Siswa SMK Muhammadiyah Cangkringan Metode HEART
TABLOIDMATAHATI.COM, CANGKRINGAN-Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan adalah menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja atau berwirausaha. Seorang entrepreneur harus mempunyai sikap mental kuat dan disiplin yang tinggi. Demikian pula dengan dunia kerja, dimanapun menuntut seluruh bagian di dalamnya mempunyai disiplin kerja sehingga dapat menghasilkan produktivitas yang baik/tinggi.
Tim pengabdian Universitas Ahmad Dahlan yang diketuai oleh Dr. Sutipyo R., M.Si. dengan anggota Dr. Yusron Masduki, M.Pd.I. dan Arif Budi Prasetya, M.Pd melakukan pengabdian di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah Cangkringan. Tema pengabdian pada kali ini adalah Meningkatkan Kedisiplinan Siswa dengan metode Healthy Emotions Anchored in Rasulullah’s Teaching (Heart). Pembinaan kedisiplinan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2025 dengan peserta seluruh kelas XII SMK Muhammadiyah Cangkringan yang berjumlah 175 siswa.
Materi yang diberikan oleh pemateri berkisar bagaimana kedisiplinan mempunyai peranan yang sangat penting dalam keberhasilan seseorang dalam bekerja dan berwirausaha. Kedisiplinan ditinjau dari sudut pandangan psikologi dalam pandangan Islam sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-harinya. Kedisiplinan selain dituntut oleh kehidupan masyarakat, kedisiplinan juga merupakan bagian dari implementasi ajaran Islam. Dalam ajaran Islam kedisiplinan sejalan dengan konsep taat dan istiqomah yang banyak di sebut dalam al-Qur’an dan Hadis. Sehingga seseorang yang bersikap dan berperilaku disiplin, berarti telah melakukan sebagian dari ajaran Islam.
Dalam sirah nabawiyah tertulis dengan rapi bagaimana kedisiplinan memegang peranan penting atas kemajuan dari Islam itu sendiri. Ketidak disiplinan akan membuahkan kesuksesan dunia dan akhiran, sementara ketidak disiplinan akan membuahkan kehancuran. Salah satu contohnya adalah ketika perang Uhud, dimana beberapa prajurit Islam yang tidak disiplin dengan perintah Rasulullah kemudian meninggalkan puncak gunung Uhud untuk mengambil ghanimah, sehingga menjadi sumber kekalahan telak kaum Muslim yang sebelumnya sudah menang.

Metode Healthy Emotions Anchored in Rasulullah’s Teaching (Heart) merupakan metode yang baru. Mekanisme pembinaannya untuk merubah perilaku seseorang dengan menggunakan ibrah atau contoh, serta dalil-dalil yang berasal dari al-Qur’an dan Hadis. Melalui ibrah dari sirah nabawayah yang dipadu dengan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadis, diharapkan dapat menggugah audien melakukan evaluasi diri atau muhasabah dan akhirnya merubah perilakunya agar sesuai dengan tuntunan Islam.
Walaupun sedang menjalankan ibadah puasa, peserta dan pemateri sangat bersemangat dalam melaksanakan acara ini. Ibu Titik Sunarti, S.Pd. sebagai kepala sekolah dan Ibu WAKA Kurikulum Siti Rahayu, S.Pd., sangat mengapresiasi keberadaan pengabdian ini dengan harapan dapat diresapi dan diimplementasikan oleh para siswa yang beberapa bulan lagi akan lulus sekolah. (arief hartanto)
