Asistensi Mengajar Mahasiswa BK UM, Peningkatan Layanan Bimbingan-Konseling Sekolah Melalui Pemberdayaan PIK-R
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Seiring berkembangnya IPTEK yang kian maju, tantangan yang dihadapi oleh remaja juga semakin kompleks. Disampaikan Waka Humas dan Kerjasama Industri SMK Mugas, Sunarti Mariana Khunti, S.Pd, perubahan sosial, budaya, dan teknologi mempengaruhi berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk dalam kesehatan mental serta emosional.
Oleh karena itu, penting bagi dunia pendidikan untuk tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan perhatian khusus dalam kesehatan psikologis siswa. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan ini melalui peningkatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Tugas guru bimbingan dan konseling di sekolah mereka bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan program bimbingan di sekolah, memberikan informasi tentang pendidikan, pekerjaan atau karir kepada siswa, dan tugas mereka yang membedakan dengan guru mata pelajaran yaitu dengan menyediakan layanan konsultasi atau konseling.
Berkaitan dengan hal diatas, kata Sunarti, maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan layanan bimbingan dan konseling sekolah, salah satu upaya yang telah dilakukan oleh SMK Muhammadiyah 3 Singosari populer disebut SMK Mugas, adalah mendirikan PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaja) PIK-R Fastabiqul Khoirot. PIK-R merupakan sebuah program yang dikembangkan untuk membantu guru bimbingan dan konseling dalam memberikan informasi, edukasi, serta layanan konseling sebaya.
PIK-R dirancang untuk membantu siswa di sekolah untuk mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapi, termasuk masalah kesehatan reproduksi, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, dan kesehatan mental yang dapat mempengaruhi perkembangan mereka. Selain itu dengan adanya PIK-R berfungsi sebagai pusat informasi yang memberikan pengetahuan dan keterampulan kepada remaja.
PIK-R memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan layanan bimbingan dan koseling di sekolah. Melalui PIK-R, siswa dapat mengakses berbagai informasi yang akurat dan relevan mengenai berbagai isu yang mereka hadapi.
Selain itu, yang terpenting PIK-R juga menyediakan layanan konseling yang dapat membantu siswa dalam menghadapi masalah mereka dalam aspek, pribadi, sosial, belajar dan karir.
Menurut Dr. Susanto, seorang psikologi pendidikan mengatakan bahwa, PIK-R menjadi jembatan yang menghubungkan siswa dengan informasi dan layanan yang mereka butuhkan, dengan adanya PIK-R di sekolah, siswa memiliki tempat yang aman untuk mencari bantuan dan dukungan.
PIK-R di SMK Muhammadiyah 3 Singosari memiliki nama Fastabiqul Khoirot. Tepat pada tanggal 3 April 2024 lalu, melakukan pelantikan kepengurusan baru yaitu tahun 2024/2025. “PIK-R ini vakum 2-3 tahun lalu , berhenti ketika masa covid, sekarang PIK-R mulai diaktifkan kembali.” Tutur Freya, ketua PIK-R periode 2023/2024.
Sejauh ini PIK-R Fastabiqul Khoirot masih dibawah pengawasan dari BKKBN yaitu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Biasanya sekolah yang mengundang pemateri ataupun sebaliknya, pengurus PIK-R diundang dalam acara seminar pembinaan yang nantinya dapat mereka terapkan di SMK Muhammadiyah 3 Singosari.
Beberapa materi yang pernah mereka dapatkan antara lain, pentingnya mencegah pernikahan dini, pergaulan bebas dan kenalakan remaja salah satunya terkait bahayanya NAPZA. Struktur kepengurusan PIK-R Fastabiqul Khoirot memiliki dua divisi, yaitu konselor sebaya dan pendidik sebaya. Divisi konselor sebaya memiliki peranan sesuai nama yaitu menjadi konselor sebaya di sekolah, mereka akan bertugas jika ada siswa yang ingin melaksanakan konseling.

Sedangkan divisi pendidik sebaya, mereka betugas untuk mengikuti penyuluhan yang diadakan oleh BKKBN dan nantinya mereka juga yang bertugas dalam memberikan sosialisasi ke sekolah.
Adapun implementasi PIK-R di sekolah selama ini, aktif dalam memberikan edukasi di media sosial terutama instagram dan tik tok akun PIK-R Fastabiqul Khoirot. Selain itu, pengurus PIK-R juga memberikan penyuluhan kepada semua kelas dan jurusan yang ada di sekolah.
Dan yang utama tugas PIK-R sebagai jembatan antara siswa dan guru bimbingan dan konseling yaitu menyediakan layanan konseling sebaya, “Selama menjadi pengurus PIK- R saya sudah beberapa kali melaksanakan konseling sebaya, pertama dengan teman saya sendiri. Lalu teman saya memberitahukan kepada teman lain dan akhirnya beberapa ada yang mau berkonseling dengan saya” ucap Imel, selaku wakil ketua PIK-R periode baru yaitu 2024/2025.
PIK-R tentu memberi dampak yang positif, bagi anggotanya sendiri maupun siswa siswi mugas, dengan adanya PIK-R ini kita menjadi lebih sadar akan kesehatan dan kebersihan diri serta mengetahui apa sih bahayanya pernikahan dini itu, juga bahaya dari bullying, dan masih banyak lagi, hal ini karena adanya konten yang edukatif serta pembinaan yang sudah anggota PIKR lakukan selama ini.
Meskipun PIK-R sudah banyakk sekali memberikan manfaat, dalam impelemtasinya tidaklah tanpa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya sumber daya manusia, hal ini dapat dilihat dengan sedikitnya siswa yang berminat menjadi pengurus maupun anggota dari PIK-R. Selain sumber daya manusia dari internal kepengurusan. Tantangan lain yaitu, kurang bisa diterimanya PIK-R dikalangan siswa sekolah. Banyak siswa yang enggan untuk mencari bantua karena takut dianggap lemah atau bermasalah.
Selain masalah diatas, juga terdapat tantangan terkait keterbatasan kemampuan dan fasilitas yang memadai. Contohnya terkait media sosial, konten yang selama ini di upload masih jauh dari kata menarik dan diminati siswa. Bahkan selama ini, banyak siswa yang tidak mengenal adanya PIK-R di sekolah. Hal tersebut haruslah menjadi perhatian khusus dari sekolah, agar nantinya semua warga sekolah dapat mengetahui serta mengambil manfaat baik dari keberadaan PIK-R Fastabiqul Khoirot.
Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, ada beberapa solusi yang dapat diimplementasikan. Pertama, pemerintah atau pihak sekolah perlu meningkatkan investasi dalam layanan bimbingan dan konseling. Ini termasuk dalam penyediaan dana untuk pelatihan guru, fasilitas dan sumber daya yang diperlukan untuk PIK-R sehingga nantinya banyak murid yang akan tertarik bergabung menjadi anggota atau pengurus PIK-R.
Kedua, perlu adanya kampanye edukasi untuk mengubah persepsi negatif terhadap konseling. Kampanye ini dapat dilakukan melalui seminar, workshop, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Dengan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya konseling, diharapkan lebih banyak siswa yang merasa nyaman untuk mencari bantuan ketika mereka membutuhkannya.
Ketiga, kerjasama dengan pihak-pihak eksternal perlu ditingkatkan. Sekolah dapat bekerja sama dengan puskesmas, lembaga non-pemerintah, dan ahli kesehatan mental untuk memberikan layanan yang lebih komprehensif. Kerjasama ini juga dapat membantu dalam mengatasi keterbatasan sumber daya yang ada.
Menilik dari beberapa tantangan yang saat ini sedang dihadapi oleh pengurus PIK-R. Oleh karena itu, mahasiswa asistensi mengajar dari prodi bimbingan dan konseling melakukan kolaborasi selama kurang lebih satu bulan dengan melaksanakan pembinaan dan pelatihan yang terbagi dalam tiga kegiatan yaitu pelatihan desain, pembinaan konselor sebaya dan terakhir pembinaan media mading sebagai layanan informasi.
Pertama, kami melaksanakan pelatihan desain. Pelatihan desain bertujuan agar nantinya PIK-R dapat membangun branding yang positif di media sosialnya. Dengan adanya pelatihan desain, juga menambah ilmu dan pengetahuan seluruh pengurus PIK-R cara membuat desain yang menarik dan konsisten.
Kedua, pembinaan konselor sebaya., yang lebih membahas dan mendalami terkait pentingnya memiliki keterampilan komunikasi yang baik dalam konseling. Selain itu, pengurus PIK-R juga diajari cara untuk menarik siswa agar lebih terbuka dan berminat dalam konseling salah satunya dengan pembuatan website untuk analisis kebutuhan konseling di sekolah. Meskipun baru rencana, harapannya media konseling dapat segera dibuat untuk meningkatkan layanan konseling di SMK Muhammadiyah 3 Singosari.
Ketiga, pembinaan media mading sebagai layanan informasi. Salah satu alasan mengapa kami adakan pembinaan ini karena kami melihat peluang banyaknya mading di SMK Muhammadiyah 3 Singosari, dari lantai satu hingga tiga terdapat mading yang berisi lowongan informasi kerja. Harapan kami dengan adanya pembinaan mading, pengurus PIK- R dapat memanfaatkan mading yang tersedia untuk membranding ataupun memberikan informasi kesehatan mental yang dapat dinikmati semua warga sekolah.
Implementasi PIK-R memiliki dampak positif yang signifikan bagi siswa. Salah satunya adalah peningkatan kesejahteraan mental dan emosional. Dengan adanya PIK-R, siswa memiliki akses ke layanan konseling yang dapat membantu mereka dalam mengatasi berbagai masalah pribadi dan sosial. Ini membantu mereka untuk merasa lebih didukung dan kurang terisolasi. Selain itu, PIK-R juga berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi berbagai isu yang relevan dengan kehidupan mereka. Dengan mendapatkan informasi yang akurat dan relevan, siswa dapat membuat keputusan yang lebih baik dan menghindari risiko-risiko yang dapat membahayakan mereka.
Peningkatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah melalui pemberdayaan PIK-R adalah langkah yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih mendukung dan inklusif. PIK-R memberikan akses kepada siswa untuk mendapatkan informasi, edukasi, dan layanan konseling yang mereka butuhkan untuk mengatasi berbagai tantangan yang mereka hadapi.
Implementasi PIK-R tidaklah tanpa tantangan, namun dengan dukungan yang tepat dari pemerintah, pihak sekolah, dan masyarakat, tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi. Dengan demikian, PIK-R dapat berfungsi secara optimal dalam membantu siswa mencapai kesejahteraan mental dan emosional yang lebih baik.
Sebagai penutup, PIK-R bukan hanya sekedar pusat informasi dan konseling, tetapi juga sebuah gerakan untuk menciptakan generasi muda yang lebih sehat, baik secara fisik maupun mental. Dengan PIK-R, kita dapat membantu remaja untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang kuat, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan hidup dengan lebih baik, kehadiran PIK-R tidak bisa dilepaskan begitu saja, PIK-R masih perlu perhatian khusus dari sekolah agar PIK-R dapat berkembang dan dapat meningkatkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Pemberdayaan PIK-R yang dilakukan oleh mahasiswa masih jauh dari kata sempurna dan cukup. Masih perlu banyak waktu untuk terus meningkatkan kinerja dari PIK-R Fastabiqul Khoirot. Namun, kami tetap bersedia memantau dan bersiap jika sewaktu-waktu PIK-R membutuhkan kami di sekolah. Selain itu, kami juga terus memantau perkembangan PIK-R melalui grup whatsapp yang telah kami buat. Dalam grup tersebut kami berharap bisa terus berkolaborasi dan bekerja sama dalam meningkatkan layanan bimbingan dan konseling di SMK Muhammadiyah 3 Singosari.
”Harapan saya untuk PIK-R ke depannya, saya ingin PIK-R dapat menjadi organisasi yang mendidik, menjadi teladan bagi teman sebaya, memberi serta berbagi ilmu juga manfaat tidak hanya di lingkup internal tetapi juga lingkup eksternal”, tutur Regiska, ketua PIK-R periode 2024/2025.
Pemberdayaan PIK-R adalah investasi untuk masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda kita. Oleh karena itu, mari kita dukung dan kembangkan PIK-R di setiap sekolah, sehingga setiap siswa memiliki akses ke layanan bimbingan dan konseling yang berkualitas. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih positif dan mendukung bagi semua siswa. (humas smk mugas)
