AI Kecerdasan Buatan, Ancaman Sekaligus Peluang Dalam Masyarakat Berkemajuan
TABLOIDMATAHATI.COM, SLEMAN– Perkembangan teknologi informasi akhir-akhir ini semakin tak terhindarkan, salah satunya adalah apa yang dikenal dengan AI Artificial Intelegent (Kecerdasan Buatan) yang hal ini perlu pemahaman yang tepat ke depan.
Hal ini mendorong digelarnya Webinar perdana dengan tajuk AI: Manuver ChatGPT & Pengembangan Bisnis yang diinisasi oleh Transcore kerja bareng dengan MPI ( Majelis Pustaka dan Informasi ) PDM Sleman pada Jumat 3 November 2023.
Acara ini menarik perhatian puluhan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk kader Muhamadiyah PDM dan individu dengan beragam minat dan kebutuhan. Webinar ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, dakwah, penerjemahan, dan pengembangan bisnis.
Menurut Akhmad Khairudin, M.B.A., pemimpin TRANSCORE dan anggota Majlis Ekonomi PCM Turi serta MPI PDM Sleman, dia pertama kali terinspirasi untuk menggunakan kecerdasan buatan ketika dia diajari oleh H. Riyanto, SE, pembimbing KBIHU Aisyiyah, cara mencari materi ceramah dakwah dan narasi kampanye politik dengan bantuan ChatGPT. Khairudin kemudian memodifikasi beberapa prompt atau mantra yang diajarkan untuk keperluan pengembangan bisnis. Namun, dia juga mencatat bahwa ChatGPT memiliki keterbatasan dalam hal pembaruan data, hanya mencakup hingga tahun 2022, dan tidak mampu memberikan referensi dalam jawaban atau solusinya.
Keunggulan utama ChatGPT terletak pada kemampuannya untuk melakukan simulasi bisnis dengan detail yang cukup dan memberikan solusi dalam hitungan detik dengan modifikasi input. Ini termasuk perhitungan penting seperti BEP (Break Even Point), RoI (Return on Investment), dan penghitungan NPV (Net Present Value). Para pebisnis dapat memanfaatkan AI ini untuk memetakan kelayakan bisnis sebelum memulai usaha mereka, termasuk keputusan tentang sewa atau pembelian aset.
Selain pertanyaan kuantitatif, Khairudin juga menekankan penggunaan pertanyaan kualitatif dalam manuvernya. Dia mencoba bertanya tentang teori relativitas dan bagaimana menjelaskannya kepada anak SD berusia 10 tahun. ChatGPT mampu memberikan jawaban yang mudah dimengerti oleh anak-anak dengan analogi yang sederhana.
Namun, Khairudin juga menekankan bahwa ChatGPT memiliki batasan tertentu, seperti ketidakmampuan menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan pornografi. Produk AI ini akan memberikan penolakan dengan sopan jika tidak dapat menjalankan perintah pengguna.
Dalam era perkembanganinformasi yang pesat, Khairudin melihat bahwa AI dapat menjadi ancaman dan peluang. Pertanyaan besar adalah berapa banyak pekerja yang akan kehilangan pekerjaan ketika teknologi kecerdasan buatan dan robotik mengambil alih peran manusia di industri, seperti manufaktur. Namun, di sisi lain, AI dapat memberikan daya ungkit yang signifikan dalam pencapaian yang optimal, mirip dengan prinsip Pareto.
Khairudin juga berbagi pengalaman penggunaan MTPE (Machine Translation Post-Editing) dalam bisnis TRANSCORE. Dengan bantuan AI, biaya dapat dikurangi, dan volume pekerjaan yang sebelumnya memakan waktu berbulan-bulan dapat diselesaikan dalam beberapa hari. Namun, ia juga mencatat bahwa AI tidak dapat bekerja berdasarkan parameter perasaan, dan terjemahan manusia tetap lebih akurat dan kaya unsur budaya, seni, perasaan, dan konteks.
Peserta webinar terlihat antusias dan ingin mencoba aplikasi AI, baik melalui ponsel pintar mereka
Tujuan utama webinar ini adalah agar para kader Muhammadiyah dan peminat dapat lebih responsif dan produktif dalam menghadapi perkembangan AI yang terus maju, sehingga mereka dapat terus bersaing dan berkembang dalam era modernisasi dan kecanggihan AI. (arief hartanto)
