MPM PP Muhammadiyah Latih Warga Bawuran Pelatihan Pupuk Organik
TABLOIDMATAHATI.COM, BANTUL – Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majlis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) bersama Lazismu menyelenggarakan kegiatan pelatihan pengolahan sampah organik Ahad 15 Desember 2024 di Pusat Pengolahan Sampah Merdiko Bawuran, Bantul, DIY.
Koordinator Program Sanupal Muzamil, ST, MSc menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan pengolahan sampah organik merupakan program Majlis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah bersama Lazismu. Kegiatan pelatihan secara webinar dan off line diikuti oleh anggota kelompok pengelola sampah Mardiko dan penggiat lingkungan dari Kabupaten Bantul dan Sleman.
Awalnya Mardiko adalah kelompok pemulung sekitar 170 orang berada di seputaran TPA Piyungan yang mendapatkan pendampingan dari Majlis Pemberdayaan Masyarakat terkait ekonomi dan kesehatan.
Namun ketika TPA Piyungan di tutup maka otomatis mata pencaharian mereka terhenti. Melihat kondisi dan latar belakang yang terjadi PP Muhammadiyah melalui Majlis Pemberdayaan Masyarakat beserta Lazismu mendirikan Usaha Pusat Pengelolaan Sampah Mardiko untuk pemulung yang menjadi dampingannya.
Terjadi pengalihan transformasi kegiatan dari pemulung menjadi pengelola sampah.
“Nama Mardiko sendiri kepanjangan dari Makaryo Adi Katon. Sebuah pekerjaan yang Indah dan nyata” Jelas Nopal.
Dosen Institut Pertanian (INTAN) Yogyakarta prodi Kehutanan S1 Dra NikeTriwahyuningsih, MP memberikan materi tentang cara pengomposan bahan organik dengan bio aktivator untuk mempercepat dekomposisi bahan organik menjadi pupuk. Bio aktivator merupakan bakteri yang dibiakkan dari bahan yang ada disekitar kita. Bisa dari nasi basi, kompos daun bambu atau kotoran hewan.
” Kotoran hewan bisa dari jenis hewan apapun. Namun diusahakan bila membuat bio aktivator tidak menggunakan kotoran kucing atau anjing karena amoniaknya terlalu tingginya” Jelas Nike.
Cara membuat bio aktivator sangat mudah. Siapkan wadah botol air mineral masukkan nasi basi atau kotoran hewan sepertiga bagian botol. Tambahkan air sampai hampir penuh, tutup rapat diamkan satu malam terus bisa dipergunakan.
Cara mempergunakan dilarutkan dulu dengan air hangat satu liter air hangat, perbandingan satu liter dengan 5 tutup botol. Kemudian ditambah gula atau molase tetes tebu 50 gram.
“Larutan ini yang dipake untuk membantu membuat pupuk kompos” Kata bu Nike.
Bahan yang dipergunakan untuk membuat pupuk bisa kotoran hewan, dedaunan, bush afkir juga bahan organik yang lain.
“Untuk mengompos dua ton kotoran sapi cukup menggunakan satu liter Bio aktivator dengan cara disemprotkan”. Kata Nike.
Dalam dua minggu pengomposan sudah selesai . Namun saat pengomposan akan keluar panas dalam kondisi panas kompos dibalik untuk menghilangkan panas. Namun bisa juga tumpukan kompos diberi pipa paralon sebagai saluran pembuangan panas.
” Kompos atau pupuk yang sudah jadi ditandai dengan tekstur tidak menggumpal, tidak berbau, warna coklat tua, suhu tidak panas” Pungkas Nike. (kusnadi/berbah/arief hartanto)
