SMK Se Malang Raya Akses-PelatihanHasil Riset Fermentasi Pakan Ternak UMM
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mempunyai berbagai macam inovasi hasil riset. Salah satunya hasil riset fermentasi pakan ternaksebagai pelopor peternakan berkemajuan. Hal ini disampaikan Ketua Tim pengabdian masyarakat Prodi Peternakan Fakultas Pertanian-Peternakan UMM, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, MP. IPU, (19/11/2024).
Menurut Prof Indah, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat sektor peternakan, terhadap siswa SMK bidang ilmu peternakan di Malang Raya.
Para siswa SMK bidang peternakan ini antusias mengikuti pengabdian masyarakat ini di Laboratorium Pakan dan Pengolahan Pakan Ternak Ruminansia UMM. Sebab mereka para siswa mengetahui teknologi terbaru pengolahan pakan.
Menariknya, para siswa juga langsung mengikuti pelatihan praktis tentang manajemen pakan yang efisien dan ramah lingkungan oleh tim Prodi Peternakan Fakultas Pertanian-Peternakan melalui Program Block Grant Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2024 dan bekerjasama dengan SMK bidang peternakan di Malang Raya.
Prof Indah menjelaskan sebagai dosen pengampu mata kuliah ilmu teknologi pakan ternak, hasil riset harus disebarluaskan sebagai wawasan terbarukan bagi siswa. Hal ini yang membuat dirinya meraih banyak prestasi seperti reward dari Indo Livestock Research And Innovation Award 2024 kategori Sapi Perah di Jakarta Convention Center pada 17 Juli 2024 lalu. Sedangkan anggota tim pengabdian adalah Prof. Dr. Ir. Sutawi, MP, adalah guru besar bidang agribisnis peternakan.
Kegiatan ini di-ikuti sejumlah guru dan siswa SMK dari Kota Batu dan Kabupaten Malang yang memiliki kejuruan bidang peternakan. Mereka diberikan kesempatan untuk mempelajari teknik-teknik modern dalam pengolahan pakan seperti fermentasi, pembuatan silase, dan penggunaan Biofarm guna meningkatkan efisiensi pakan ternak.
Pemanfaatan teknologi dan informasi hasil riset perguruan tinggi bidang pakan ternak penting untuk mendorong kemajuan sektor peternakan di Indonesia. Salah satu langkah strategis yang perlu diambil adalah mengintegrasikan hasil-hasil riset tersebut ke dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran di SMK yang memiliki jurusan peternakan.

Saat ini, berbagai riset perguruan tinggi inovatif bidang pakan ternak. Hasil riset tersebut meliputi pengembangan formula pakan berbasis bahan lokal, teknik pengolahan pakan yang efisien, hingga aplikasi teknologi fermentasi untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan nutrisi.
Namun, manfaat dari inovasi ini belum sepenuhnya dirasakan oleh pelajar di tingkat SMK, yang nantinya akan menjadi tenaga kerja terampil di bidang peternakan. “Melalui pelatihan ini, kami berharap para siswa SMK bidang peternakan di Malang Raya dapat menerapkan teknologi pengolahan pakan yang lebih baik,” ujar Prof Indah.
Ditegaskan Prof Indah juga Ketua program COE (Center Of Excellence) Kelas Profesional Ruminansia (KPR), perlunya hasil riset pakan ternak disebarluaskan dan diterapkan pada peternak di Malang Raya, bertujuan produktivitas ternak ruminansia khususnya seperti sapi, kambing, dan domba dapat meningkat.
Selain itu, para siswa SMK ini juga diajak memahami pentingnya analisis nutrisi pakan melalui serangkaian uji laboratorium. Dengan analisis ini, peternak dapat memastikan bahwa pakan yang diberikan memiliki kandungan gizi yang seimbang, sesuai dengan kebutuhan ternak mereka.
Di tempat sama, Guru SMK Muahammadiyah 1 Batu, Bu Eny, mengatakan kegiatan sangat positif terlebih lagi bagi siswa siswa maupun guru SMK. Sebab guru dan siswa mendapatkan ilmu sekaligus dilatih mengolah pakan ternak ruminansia. Sehingga bisa membantu menerapkan pada peternak untuk meningkatkan kualitas pakan ternak di masyarakat peternakan.
Sekedar informasi tambahan, program ke depan laboratorium ini berencana mengadakan lebih banyak program pelatihan dan workshop serupa, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi peternak lokal melalui sinergi antara akademisi, siswa-guru SMK, peternak, dan pemerintah.
Harapannya sektor peternakan ruminansia di Indonesia akan semakin maju dan berdaya saing di pasar global. Semakin banyak SMK mampu mengakses dan menerapkan hasil riset perguruan tinggi, sehingga lulusan mereka dapat menjadi pelopor dalam modernisasi sektor peternakan di Indonesia. (ali mahmud/*)
