Tim PPM Polinema Aplikasi Solar Powered System Sebagai Smart Farming Kandang Sapi
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang (Polinema) memilih Desa Sumberingin Kidul, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung sebagai lokasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tim PPM Polinema ini terdiri dari dosen Teknik Mesin, Teknik Kimia dan Teknik Elektro atas nama Asrori, Eko Yudiyanto, Pipit Wahyu Nugroho, Kris Witono, Haris Puspito Buwono, dan Mohammad Noor Hidayat. Mereka melaksanakan PPM tentang Aplikasi Solar Powered System Sebagai Penerapan Smart Farming pada Kandang Sapi di Tulungagung.
Menurut Asrori tim pengabdian Teknik Mesin Polinema ini sasaran khalayak/obyek adalah UKM UD. Arta Lumintu bidang ternak dan penjualan sapi potong. Peternakan ini sudah berdiri sejak tahun 2017 sering mengalami permasalahan pertama, suhu dan kelembaban kandang yang cenderung tinggi. Dimana Tulungagung sepanjang tahun biasanya mempunyai suhu bervariasi dari 24°C hingga 31°C, dengan kelembapan udara antara 74-77%. Faktor cuaca ini berpengaruh terhadap produktifitas sapi.

Kedua, penggunaan listrik konvensional (PLN) kebutuhan kendang sangat tinggi. Ketiga, pengetahuan mitra yang kurang, sehingga pangsa pasarnya hanya terbatas untuk area lokal Tulungagung dan sekitarnya.
Berdasarkan permasalah tersebut, Asrori bersama tim PPM Teknik Mesin Polinema memberikan solusi kepada mitra sesuai tujuan PPM menggunakan, water spray/sprinkler dengan pengaturan pipa dan pompa air bertekanan tinggi.

Sistem ini dapat mengurangi temperatur dan kelembaban di kandang. Kedua, membangun sumber energi mandiri dengan instalasi pembangki listrik panel surya sistem off grid. Produksi listrik yang dihasilkan sebagai sumber utama dari pompa air untuk sistem water spray mem-back-up kebutuhan listrik di kandang.
Hasil PPM berupa instalasi pembangkit tenaga surya berupa panel surya kapasitas 540 Wp, Smart inverter 1500 VA, dengan baterai VRLA kapasitas 100 Ah. Sedangkan peralatan instalasi penggunaan komponen penyemprot dan pengkabut air (sprinkler system) yang ditempatkan pada sektor kandang sapi dewasa.

Tandon air bersih kapasitas 200 L terhubung dengan booster pump 350 W untuk mendistribusikan air bertekanan pada instalasi pipa sepanjang 15 meter menuju 6 titik nozzle sprayer. Penerapan teknologi penyemprotan air (sprinkler system) di kandang sapi potong dengan sumber tenaga surya ini tentunya akan memberikan beberapa manfaat khususnya buat mitra dan alih teknologi smart farming bagi peternak sekitar.

Dari pengabdian ini, kata Asrori mitra PPM merasakan manfaat hemat energi (Listrik konvensional) karena menggunakan solar panel tenaga surya, suhu dan kelembakan kandang terjaga sehingga produktifitas dapat meningkat, serta peternak bertambah pengetahuannya tentang smart farming. (tim ppm Teknik polinema/hamim)
