PMM 23 UMM Karya Suplemen Tanaman dari Limbah Bersama Siswa SDN 1 Selorejo
TABLOIDMATAHATI.COM MALANG – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 23 gelombang 5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di SD Negeri 1 Selorejo. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitgas Muhammadiyah Malang (UMM). Program kerja adalah memanfaatkan limbah organik dan limbah anorganik.
PMM 23 gelombang 5 UMM beranggotakan lima orang yaitu Fuad Hasan (202110140311052), Aurura Beatriezta Saharani (202210220311005), Filasafita Dismar Agrianisa (202210220311013), Nur Halizah Azzahroh (202210220311054), Yolanda Fibriyanti (202210220311064) dengan arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tinuk Dwi Cahyani, SH, S.HI, M.Hum. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini sebagai pengaplikasian hilirisasi hasil penelitian dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) serta mewujudkan pertanian organik untuk mengurangi kerusakan lingkungan.

Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang adalh penghasil jeruk, itu sebabnya PMM kelompok 23 gelombang 5 UMM inovasi pupuk cair dari limbah kulit jeruk. Mitra pengabdian adalah siswa SDN 1 Selorejo membuat pupuk cair dari limbah jeruk dan limbah organik yang lain. Sehingga bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia dan tidak merusak kesuburan tanah dan mengganggu kesehatan manusia.
Setiap rumah tangga pasti menghasilkan limbah air leri, agar limbah ini bermanfaat PMM 23 menggunakannya untuk bahan dalam pembuatan pupuk organik cair. Air leri sendiri memiliki kandungan vitamin B kompleks yang mampu mendorong pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pembuatan pupuk organik cair ini selain memanfaatkan limbah rumah tangga seperti air leri, juga memanfaatkan limbah kulit jeruk yang melimpah di Desa Selorejo, serta penambahan bekatul dan limbah organik lainnya.

Proses pembuatan pupuk organik cair membutuhkan limbah anorganik seperti galon bekas untuk wadah. Hal pertama yang dilakukan dalam pembuatan pupuk ini yaitu dengan mengumpulkan air leri terlebih dahulu kemudian memasukkan limbah organik yang sudah diperkecil ukurannya serta penambahan bekatul kedalam galon bekas. Setelah semua bahan tercampur dalam galon bekas langkah selanjutnya dilakukan fermentasi selama 2 minggu. Hal ini dapat dikatakan sebagai ekoenzim.
Selain membuat pupuk PMM 23 juga menggunakan limbah anorganik untuk meningkatkan jiwa kreatifitas siswa SD Negeri Selorejo dengan membuat pot sebagai media tanam.

Pembuatan media tanam dan fermentasi pupuk yang telah jadi akan dilakukan kegiatan penanaman untuk penghijauan lingkungan sekolah serta mengajarkan bagaimana proses pertanian yang berkelanjutan dari pembuatan pupuk hingga penanaman dan perawatan tanaman. PMM 23 berharap siswa paham bahwa tanaman/ tumbuhan membutuhkan makanan yang sehat sama halnya kita sebagai manusia. Oleh karena itu PMM 23 mengajarkan cara merawat tanaman yang baik dengan pengunaan pupuk organik cair sesuai dengan takaran sehingga upaya pertanian berkelanjutan dapat terwujud. (penulis/foto: kelompok 23 gelombang 5 umm/editor: hamim)
