PMM 16 UMM Ubah Sampah Jadi Pupuk-Produk Kerajinan Tangan
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Gelombang 5 Kelompok 16 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Dusun Princi, Desa Gading Kulon, ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Kegiatan PMM Gelombang 5 Kelompok 16 mempunyai program kerja di masyarakat Dusun Princi pemanfaatan sampah organik dan nonorganik. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis untuk pengelolaan limbah, tetapi juga mendorong kreativitas dan keberlanjutan di tingkat komunitas. PMM Gelombang 5 Kelompok 16 UMM beranggotakan Annas Nur Ramadhan, Yulia Salsa Billa, Septya Frianda, Fahluzi Ramadhan Tri Susanto, dan Badriyah Julia putri. Mereka di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Iqbal Ramadhani Fuadiputra S.E., M.SM
Edukasi dan Praktik Pembuatan Pupuk Organik
Salah satu bagian utama dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan praktik langsung kepada anggota kelompok tani di Dusun Princi tentang pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga. Proses ini dimulai dengan persiapan alat dan bahan sederhana yang dapat ditemukan di sekitar rumah. Alat yang digunakan meliputi parang, karung, ember, dan jerigen, sedangkan bahan-bahan yang diperlukan termasuk batang pohon pisang, kotoran hewan, limbah sayur atau buah, gula merah, dan EM4.

Mahasiswa UMM memandu para peserta untuk mengiris atau menghancurkan gula merah, mencampurkannya dengan air dan EM4, lalu menunggu selama 30 menit hingga larutan siap. Sementara itu, batang pohon pisang dan limbah sayur/ buah dipotong halus dan dicampurkan dengan kotoran hewan di dalam jerigen. Larutan gula dan EM4 kemudian ditambahkan ke dalam campuran tersebut, dan jerigen ditutup rapat sebelum disimpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama minimal 14 hari. Dengan metode ini, sampah organik dapat diubah menjadi pupuk berkualitas yang bermanfaat bagi tanaman.
Kreativitas dalam Pengolahan Sampah Nonorganik
Selain memfokuskan pada pembuatan pupuk organik, kegiatan ini juga mencakup pembuatan kerajinan tangan dari sampah nonorganik, khususnya plastik dan botol bekas. Mahasiswa UMM mengajarkan teknik-teknik sederhana namun efektif untuk mengubah bahan-bahan yang biasanya dianggap sebagai limbah menjadi barang berguna dan estetik.

Untuk pembuatan bunga hias dari plastik, langkah pertama adalah memotong plastik menjadi bentuk yang sama besar, kemudian menumpuk 10 lembar plastik dan dilipat membentuk kipas sebelum dibentuk menjadi bunga. Metode ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi warga untuk mengurangi limbah plastik tetapi juga menciptakan dekorasi yang indah dan ramah lingkungan. Sementara itu, botol bekas minuman digunakan untuk membuat tempat pensil atau pot bunga. Botol dipotong bagian atasnya, lalu dihias dengan cat akrilik sesuai selera. Hasil akhir dari kerajinan tangan ini tidak hanya berguna tetapi juga menambah nilai estetika di lingkungan sekitar.
Dampak Positif dan Harapan ke Depan
Kegiatan PMM ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Dusun Princi. Dengan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk dan pengolahan sampah nonorganik menjadi kerajinan tangan, masyarakat tidak hanya belajar cara mengelola limbah dengan bijak, tetapi juga memperoleh keterampilan baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Keberhasilan program ini juga mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Malang dalam mendukung inisiatif keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus mempraktikkan teknik-teknik yang telah dipelajari dan berkontribusi pada pengurangan sampah serta pelestarian lingkungan. Inisiatif seperti ini merupakan langkah penting menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (penulis/foto: pmm gelombang 5 kelompok 16 umm/editor: hamim)
