PMM 64 UMM Program Petualangan Pikiran Kecil: Jelajah Perkembangan Kognitif Anak TK
TABLOIDMATAHATI.COM MALANG – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 64 gelombang 1 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan program “Petualangan Pikiran Kecil” di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Malang. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Tim PMM 64 gelombang 1 UMM beranggotakan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran yakni, Tsaqif Akmal Hanafi (Koordinator), Dzul Izzah Darojah, Eka Amini Saputri, Vania illigan Nugroho, Attin Dwi Mujiriyanti. Mereka di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Faris Afrizal, SE, M.Acc, program pengabdian fokus perkembangan kognitif anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK). Program ini kerjasama dengan sekolah serta orang tua murid untuk merancang berbagai aktivitas edukatif interaktif.

Perkembangan kognitif pada anak-anak usia TK merupakan proses penting di mana anak mulai mengembangkan kemampuan berpikir, memahami, dan memproses informasi. Pada tahap ini, anak-anak mulai membentuk dasar-dasar berpikir logis, memahami konsep-konsep sederhana, dan mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Usia TK sering disebut sebagai periode emas dalam perkembangan kognitif, karena otak anak berada dalam fase yang sangat aktif dalam menyerap dan mengintegrasikan berbagai informasi dari lingkungan sekitarnya.
Pada usia ini, anak-anak mulai menunjukkan kemampuan dalam mengenali pola, memahami hubungan sebab-akibat, serta mulai mengembangkan kemampuan bahasa yang lebih kompleks. Mereka juga mulai menunjukkan peningkatan dalam perhatian, ingatan, dan kemampuan berpikir abstrak, meskipun masih dalam tahap awal. Aktivitas bermain, interaksi sosial, dan stimulasi dari lingkungan sangat berperan dalam mendorong perkembangan kognitif ini, karena mereka belajar melalui pengalaman langsung dan pengulangan.
Pentingnya perkembangan kognitif di usia TK juga terletak pada perannya dalam membentuk dasar bagi kemampuan akademik dan sosial anak di masa depan. Anak-anak yang mendapatkan stimulasi kognitif yang baik cenderung memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik saat mereka memasuki pendidikan formal, seperti membaca, menulis, dan berhitung. Oleh karena itu, upaya untuk mendukung perkembangan kognitif melalui kegiatan yang menyenangkan dan edukatif sangat penting untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan fondasi yang kuat untuk belajar dan beradaptasi di kemudian hari.

Selama 16 hari, mulai dari Rabu, 24 Juli 2024 para mahasiswa ini menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang dirancang khusus untuk merangsang perkembangan kognitif anak-anak. Melalui permainan edukatif, sesi cerita, dan kegiatan interaktif lainnya, anak-anak diajak untuk berpikir kritis dan kreatif sambil tetap menikmati proses belajar yang menyenangkan. Pendekatan ini tak hanya membuat anak-anak antusias, tetapi juga melibatkan guru-guru dalam pelatihan agar metode yang digunakan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Menurut Tsaqif Akmal Hanafi, selaku Koordinator kelompok PMM, masa kanak-kanak adalah periode krusial dalam perkembangan kognitif, dan kegiatan ini bertujuan untuk membantu membentuk fondasi yang kuat bagi masa depan anak-anak. Melalui program ini, para mahasiswa berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pendidikan anak-anak TK Dharma Wanita 2 Kalisongo tersebut, dengan dampak yang dapat dirasakan jangka panjang.
“Kami ingin membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir mereka melalui cara yang menyenangkan,” ujar Vania illigan nugroho, selaku anggota kelompok PMM. “Dengan memahami tahapan perkembangan kognitif anak TK, kita bisa merancang metode pembelajaran yang lebih efektif.”
Kegiatan ini diikuti oleh 30 anak TK Dharma Wanita 2 Kalisongo dengan antusiasme tinggi. Para guru TK juga dilibatkan dalam diskusi dan pelatihan singkat tentang metode stimulasi kognitif yang sesuai untuk anak usia 4-6 tahun.

Dengan memanfaatkan pendekatan interaktif dan menyenangkan, para mahasiswa berharap dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Mereka juga melibatkan guru-guru TK dalam proses pelatihan, sehingga metode yang diterapkan dapat terus digunakan setelah kegiatan ini berakhir.
Kepala TK Dharma Wanita 2 Kalisongo, Ibu Betty Nur Asikin, S. Pd, menyambut baik inisiatif ini. “Program ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi para guru. Kami jadi lebih memahami bagaimana mendukung perkembangan kognitif anak sesuai usianya,” tuturnya.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari pihak sekolah dan orang tua. “Anak-anak sangat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka belajar sambil bermain, dan kami melihat adanya peningkatan dalam cara berpikir mereka,” ujar Ibu Halimah selaku orang tua dari salah satu murid TK Dharma Wanita 2 Kalisongo
Melalui program “Petualangan Pikiran Kecil”, Tim PMM UMM gelombang 1 Kelompok 64 berharap dapat memberikan kontribusi yang nyata dan berkelanjutan dalam mendukung perkembangan kognitif anak-anak usia TK. Dengan demikian, mereka berharap dapat menciptakan generasi muda yang lebih siap secara kognitif, memiliki fondasi berpikir yang kuat, serta mampu menghadapi tantangan di masa depan dengan lebih percaya diri dan kreatif. (penulis/foto: pmm 64 umm gel 1)
