Final Adventure Class SMPIT Insan Permata, Jelajah Budaya-Alam Lombok
TABLOIDMATAHATI.COM, LOMBOK – Mengajak siswa mengeksplorasi indahnya alam nusantara, kegiatan Adventure Class SMP Islam Terpadu (SMPIT) Insan Permata Malang jenjang 9 berangkat menuju Pulau Lombok, NTB (3/6). Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan yang dimiliki SMPIT Insan Permata untuk membentuk kemandirian dan tanggung jawab para siswanya.
Seperti yang dijelaskan oleh Kepala SMPIT Insan Permata, ustadz Anang Tri Wahyudi, S.Si., kegiatan Adventure Class ini menjadi kesempatan bagi sekolah untuk melihat bagaimana sifat-sifat tersebut tumbuh serta mengevaluasi kekurangan yang ada usai kegiatan.

Adventure Class diikuti oleh 70 siswa jenjang 9 yang ditemani oleh 11 guru pendamping. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 4 hingga 6 Juni dengan tambahan waktu untuk perjalanan berangkat di tanggal 3 Juni dan kepulangan pada tanggal 6 Juni menggunakan transportasi kapal laut.

“Adventure Class kali ini berbasis riset. Jadi anak-anak sudah menentukan judul di awal sebelum mereka berangkat. Kemudian disana mereka akan mengeskplorasi tempat-tempat yang mereka pilih dengan metode kualitatif yaitu observasi dan wawancara,” papar ustadz Anang.

Pada hari pertama para siswa mengunjungi spot wisata Gili Nanggu dan Gili Kedis untuk melakukan tadabur alam dengan snorkeling (menyelam di permukaan). Selain menikmati indahnya ciptaan Tuhan, mereka juga melakukan sejumlah riset seperti yang sudah direncanakan.

Tiba di hari kedua, sekolah mengajak berkunjung ke dua desa khas Lombok. Desa pertama yaitu Desa Sukarare (kampung tenun) untuk mempelajari proses pembuatan Tenun Songket. Dilanjutkan ke Desa Sade untuk mengenal keunikan adat suku, struktur bangunan, dan budaya adat Suku Sasak. Hari kedua ditutup dengan mengunjungi Bukit Merese untuk melihat pemandangan laut dari atas sekaligus siswa menyusun presentasi penelitian.

Menuju hari ketiga, para peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok mulai mempresentasikan hasil penelitiannya. Masing-masing kelompok Ikhwan dan Akhwat terlihat antusias menyampaikan poin-poin penelitiannya selama perjalanan. Selepas itu para siswa melanjutkan ke destinasi terakhir yaitu Museum NTB.

“Harapan dengan adanya kegiatan Adventure Class ini bisa memberikan bekal kepada anak-anak. Pertama terkait dengan wawasan yang luas karena mereka kita ajak keluar pulau dengan suku atau budaya yang tentunya berbeda dengan di Jawa. Selanjutnya mereka belajar untuk bisa lebih mandiri dan bertanggung jawab. Terakhir yaitu dari kegiatan penelitian mereka bisa tahu cara melakukan sebuah penelitian yang nantinya akan menjadi bekal di tingkat lanjutan atas.” Pungkas Kepala SMPIT Insan Permata. (reporter: hamara)
