Civitas SMPM 1-SMAM 2 Sumberpucung Gelar Aksi Bela Palestina
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– SMP Muhammadiyah 1 Sumberpdung populer disebut SMP-One bersama SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung Smamuda serentak melaksanakan aksi damai bela Palestina untuk merdeka di halaman Perguruan Muhammadiyah Sumberpucung Selasa (7/5). Hal ini dijelaskan salah satu guru Smamuda, Devi Maya Mukti, S.Pd, aksi ini bertujuan mengembalikan kebebasan bagi warga Palestina dan mengutuk tindakan genocide Israel.

Aksi bela Palestina ini merupakan himbauan langsung dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar serentak melaksanakannya. Maka SMP M-One bersama Smamuda berkolaborasi dalam melaksanakannya. Dengan bertempat di halaman sekolah. Adapun bentuknya, lanjut Maya para siswa dikumpulkan berlebih dahulu di halaman sekolah. Sebagai pemberian arahan dan juga sedikit wawasan tentang pentingnya membela saudara sesama muslim.
”Khususnya siswa SMP dan SMA Muhammadiyah Sumberpucung. Mereka perlu mengerti begitu berat perjuangan anak-anak Palestina. Bahkan untuk tidur pun mereka harus dihantui dengan suara dentuman bom. Untuk makan pun seadanya, itu pun jika ada. Tak kalah memilukan lagi tentang pendidikan yang sudah tidak bisa dijanjikan lagi, rumah rumah hancur, mereka tidak bisa hidup dengan layak. Mereka fikir belum tentu hidup besok atau besok lusa. Yang kehidupan mereka sangat berbeda jauh dengan masyarakat Indonesia. Tentunya kita harus banyak banyak bersyukur,” tutur Maya.

Maka, pada kesempatan yang berharga ini kata Maya, para guru SMP M-One dan juga Smamuda berupaya dengan semaksimal mungkin agar jiwa kemanusiaan mereka hadir. Dengan membakar semangat anak anak melalui takbir bersama sama, menyatukan frekuensi untuk membulatkan tekad mengutuk keras apa saja yang berhubungan dengan Israel. “Bahkan beberapa siswa juga memperlihatkan coretan coretan untuk menuangkan harapan mereka untuk kemerdekaan Palestina. Aksi juga dengan berdoa bersama untuk saudara muslim yang ada di Palestina agar diberi kesabaran dan kemerdekaan tentunya (humas smamuda sumberpucung/ca’hud)
