Pemberdayaan UMKM Jamur Desa Selorejo
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Mitra Dosen kelompok 128 yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang serta di inisaiasi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau DPPM dengan tema ”Pendampingan Rencana Pengembangan Potensi Desa dan UMKM Terintegrasi di Desa Selorejo”. Dengan Dosen Pembimbing Lapang Ibu Firdha Aksari Anindyntha, S.E., M.Ec.Dev dan Bapak Setyo Wahyu Sulistyono S.E., M.E. Dengan anggota kelompok Emylia Rosa Hartanti, Dhiyo Narmiana Putri, Della Istikha Pramesti, Muhammad Affan Hanafi dan Shena Adibya Efendi. Lokasi kegiatan yang dilakukan adalah di salah satu rumah produksi jamur di Desa Selorejo Kabupaten Blitar, tanggal 6 Februari 2024. Sasaran yang kami tuju adalah pemilik usaha budidaya jamur.
UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) merupakan usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Usaha yang dapat dikatakan jika dilakukan oleh individu, kelompok, badan usaha kecil dan rumah tangga. Menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM, pengertian dari UMKM adalah sesuai dengan jenis usahanya yakni usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah. Skala bisnis dari UMKM memang tidak sebanding dengan perusahaan-perusahaan besar, namun kebanyakan masyarakat lebih cocok dengan bisnis level ini. Hal tersebut selaras dengan kemudahan dalam inovasi dalam bidang teknologi, karena tidak memiliki sistem birokrasi yang berbelit dengan sistem rumit. Dengan keuntungan lain yakni hubungan antar karyawan memiliki kecenderungan yang lebih bebas karena lingkupnya kecil. Selain itu, UMKM ini lebih fleksibel dalam penyesuaian kondisi pasar yang dinamis.
Desa Selorejo memiliki berbagai jenis UMKM salah satunya adalah usaha jamur yang dimiliki oleh Bapak Iwan. Jenis jamur yang dibudidaya oleh Bapak Iwan ini merupakan jenis jamur tiram hitam. Usaha ini mampu memperoleh omset 20 juta hingga 30 jt, dengan jumlah karyawan sebanyak 5 orang. Dalam kurun waktu satu bulan hasil produksi jamur ini telah mencapai 12 hingga 100 kg tergantung pada kondisi cuaca. Untuk pemasaran dari usaha ini dilakukan dua kali dalam satu hari dengan cara diambil pengepul pada waktu pagi dan pada sore hari diantar ke pengepul.
Permasalahan yang terjadi pada usaha jamur ini terletak pada cuaca yang tidak menentu karena jika cuaca panas jamur yang dihasilkan menjadi kering sedangkan pada cuaca hujan jamur akan busuk dan tidak dapat dipanen. Masalah lain juga terjadi yakni hama, jamur dapat gagal panen karena adanya hama. Hama ini dapat menyebabkan gagal panen dan kerugian bagi pengusaha jamur. Selain kedua hal tersebut permasalahan yang terjadi adalah pada pemasaran, karena tidak adanya produsen yang menjual produk yang sama dan pengusaha tidak langsung menjualnya ke pasaran melainkan harus melalui pengepul terlebih dahulu. (pmm mitra dosen)
