PMM 98 UMM Ubah Limbah Dapur Menjadi Pestisida Serangga
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang gelombang 6 kelompok 98 (PMM 98 UMM) di Kelurahan Sukorejo, Lamongan, merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa aktif UMM.
PMM 98 UMM merupakan sarana mahasiswa (https://umm.ac.id/) menyalurkan ide dan dan berbagai kegiatan positif ke masyarakat, kegiatan PMM 98 UMM untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang.
Detailnya PMM 98 UMM ini merupakan mahasiswa Farmasi FIKES UMM mempunyai program kerja (Proker) memanfaatkan limbah sayuran atau limbah dapur menjadi pestisida pembasmi hama (28/1). Sehingga permasalahan hama yang dialami masyarakat Sukorejo dapat berkurang dengan pestisipada buatan sendiri.

PMM 98 UMM terdiri 4 orang mahasiswa farmasi FIKES UMM angkatan 2022, atas nama Sukma Sifati, Nanda Bintang Karisma, Ameliana Salsabila, dan Sheendy Tia Ikadini. Mereka dalam pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Lailatul Mauludiyah, SS, M.PdI.
Dalam prokernya PMM 98 UMM mengajak warga Kelurahan Sukorejo, Lamongan untuk membuat pestisida dari limbah dapur membasmi hama di perkebunan rumahnya.
Proker membuat pestisida tersebut hasil aspirasi yang diserap oleh PMM 98 UMM dari warga Sukorejo. Muncullah insiatif pembuatan pestisida mandiri dari limbah dapur berupa kulit bawang merah.

Limbah dapur berupa kulit bawang merah dianggap sebagai sampah yang tidak berguna. Padahal kulit bawang merah mengandung senyawa acetogenin yang berfungsi sebagai penawar racun atau sebagai pestisida.
Itu sebabnya PMM 98 UMM mengajak masyarakat Kelurahan Sukorejo membuat pestisida mandiri dari kulit bawang merah sebagai bahan utamanya. Yakni 10 helai kulit bawang merah direndam dengan air bersih 1 liter lalu di diamkan semalaman, kemudian diserkai menggunakan kain bersih dan ditampung dalam botol bersih. Nah, pestisida siap digunakan dengan menyemprotkan ke daun-daun tumbuhan yang terkena hama.
Selain mudah di dapat bahan utama pembuatan pestisida ini keuntungan lainnya adalah ekonomis, bisa dibuat secara mandiri dan efektif dalam segi waktu dan manfaat. (rilis: pmm 98 umm gelombang 6)
