PMM 92 UMM Edukasi PHBS Siswa SDN Bandungrejosari 1 Kota Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 92 Gelombang 7 (PMM 92 UMM) di SDN Bandungrejosari 1, Kecamatan Sukun, Kota Malang, merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa aktif UMM.
PMM 92 UMM merupakan sarana mahasiswa (https://umm.ac.id/) menyalurkan ide dan dan berbagai kegiatan positif ke masyarakat, kegiatan PMM 92 UMM untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang.

Tim PMM 92 UMM dibawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Muhammad Khoirul Fuddin SE, ME, terdiri dari anggota, yaitu Muhammad Naufal Farasa, Rohmatul Afidah, Fitriani Amalia P, Maura Alivia, dan Kurnia Mawaddah. Program kerja yang dilaksanakan bertujuan memperkenalkan dan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa- SDN Bandungrejosari 1 Sukun, Kota Malang.
Harapannya agar memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. PHBS mencakup serangkaian tindakan mempertahankan dan meningkatkan kesehatan individu dan lingkungan sekitar. Konsep ini meliputi berbagai aspek, mulai dari kebersihan tubuh, pengelolaan sampah, hingga upaya pencegahan penyakit. Kegiatan PMM 92 UMM dimulai pada tanggal 19 Januari 2024, dengan detail sebagai berikut:

Minggu Pertama: Penyuluhan Seks Edukasi
Kegiatan penyuluhan seks edukasi pesertanya siswa kelas 4-6 SDN Bandungrejosari 1, materinya konsep dasar tentang tubuh manusia dengan cara yang sesuai dengan usia dan pemahaman mereka. Dijelaskan tentang perubahan fisik yang biasa terjadi saat memasuki masa pubertas, seperti pertumbuhan payudara, perubahan suara, dan pertumbuhan rambut, serta menjelaskan bagaimana cara menjaga kebersihan tubuh secara umum.
Selain itu, PMM 92 UMM juga membahas pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan memberikan informasi tentang cara mencegah penyakit menular seksual.

Penyuluhan seks edukasi juga menyoroti aspek sosial dan emosional dari seksualitas, termasuk pencegahan kekerasan seksual. Mahasiswa mempromosikan budaya persetujuan dan mengajarkan kepada siswa-siswi tentang batasan-batasan yang sehat dalam hubungan interpersonal serta bagaimana mengidentifikasi tanda-tanda kekerasan seksual dan cara melaporkannya.
Secara keseluruhan, penyuluhan seks edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang holistik tentang seksualitas kepada siswa agar mereka dapat membuat keputusan yang sehat dan bertanggung jawab terkait dengan kesehatan reproduksi dan hubungan interpersonal mereka.

Minggu Kedua: Pengenalan 3R dengan Kreativitas Menghias Tong Sampah serta Penanaman Toga
Pada minggu kedua, fokus kegiatan beralih pada pengenalan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada siswa kelas 2. PMM 92 UMM menjelaskan pentingnya mengurangi sampah, mendaur ulang, dan menggunakan kembali barang-barang untuk mengurangi dampak negatif lingkungan. Siswa diajak menghias tong sampah dengan memanfaatkan tong cat bekas. Bentuk kreatifitas siswa dalam pengelolaan sampah.

Bagi siswa kelas 1 menanam tanaman toga sekaligus memasang nama pada tanaman yang mereka tanam. PMM 92 UMM menjelaskan kepada jenis-jenis tanaman toga. Pemasangan biopori sebagai upaya mengurangi genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk, sebagai salah satu implementasi dari PHBS.
Minggu Ketiga: Penyuluhan Cuci Tangan dan Pembuatan Sabun Organik, serta P3K
PMM 92 UMM penyuluhan mencuci tangan yang bersih serta praktik pembuatan sabun organik bersama siswa- kelas 6. Tujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang kebersihan tangan mencegah penularan penyakit. Pembuatan sabun organik untuk memperkenalkan kepada mereka alternatif produk kebersihan yang ramah lingkungan dan mudah dibuat di rumah.

Proker PMM 92 UMM juga tentang P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Tindakan darurat kepada seseorang yang mengalami kecelakaan atau cedera sebelum mendapatkan bantuan medis yang lebih lanjut. Pelatihan P3K bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa- kelas 5 dan 3 dalam menangani keadaan darurat dan memberikan pertolongan pertama pada situasi kecelakaan ringan.
Beberapa keterampilan yang diajarkan pelatihan P3K cara membersihkan luka, mengatasi pendarahan ringan, menangani patah tulang atau cedera ringan lainnya, serta mengenali tanda dan gejala darurat medis yang memerlukan pertolongan segera.

Selain itu, pembuatan mading seputar materi P3K bertujuan memberikan referensi siswa sebagai panduan saat mereka menghadapi situasi darurat di sekolah atau di lingkungan sekitarnya.
Melalui serangkaian kegiatan ini, diharapkan siswa SDN Bandungrejosari 1 dapat memahami dan menerapkan pentingnya PHBS dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar. Penyuluhan seks edukasi, pengenalan konsep 3R, penanaman tanaman toga, pemasangan biopori, serta pembuatan sabun organik dan pelatihan P3K, PMM 92 UMM telah membantu kesadaran akan praktik-praktik sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semua kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menghubungkan antara apa yang dipelajari di sekolah dengan penerapan praktis di masyarakat. Memahami pentingnya PHBS, siswa dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Selain itu, melalui kerjasama yang erat antara mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat, program ini juga membuktikan bahwa upaya menjaga kesehatan tidak hanya tanggung jawab individu, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi semua. (rilis: pmm 92 umm gelombang 7)
