Mahasiswa Prodi Akuakultur UMM Riset Obat Alternatif Diabetes dengan Infusa Skeletonema Costatum
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Mahasiswa Program Studi Akuakultur dan Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah berhasil menemukan obat alternatif untuk penderita diabetes melitus tipe 2. Penemuan ini merupakan hasil dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2023 yang dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa tersebut.

Tim peneliti yang terdiri dari empat mahasiswa berbakat ini memfokuskan penelitiannya pada potensi infusa dari mikroalga Skeletonema costatum sebagai alternatif pengobatan diabetes melitus tipe 2. Skeletonema costatum adalah jenis mikroalga laut yang telah dikenal memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi untuk menangani masalah diabetes.

Melalui serangkaian uji laboratorium yang cermat, tim mahasiswa berhasil membuktikan bahwa infusa Skeletonema costatum mengandung senyawa bioaktif yang dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan. Temuan ini memberikan harapan baru untuk pengembangan obat yang lebih aman dan alami bagi penderita diabetes tipe 2.
Dosen pembimbing proyek, Soni Andriawan, S.Pi., M.P., M.Sc, mengatakan, “Ini adalah langkah besar dengan memanfaatkan komoditas perikanan dalam pengembangan solusi alami untuk masalah diabetes tipe 2. Kami sangat bangga dengan dedikasi dan kerja keras mahasiswa dalam menghasilkan temuan yang sangat bernilai ini.”

Program Sudi Akuakultur, Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang sendiri telah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pencapaian tim mahasiswa ini. Ketua Program Studi, Dr. Hany Handajani, S.Pi., M.Si., menyatakan, “PKM merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide kreatif dan inovatif mereka. Penemuan ini membuktikan bahwa mahasiswa UMM memiliki potensi besar dalam kontribusi positif terhadap masyarakat.”
Pihak program studi berharap, temuan ini dapat menjadi pijakan untuk penelitian lebih lanjut dan dapat diintegrasikan ke dalam pengembangan obat-obatan alami yang lebih terjangkau dan aman untuk penderita diabetes melitus tipe 2. Semoga dengan adanya temuan ini, kualitas hidup penderita diabetes dapat meningkat dan memberikan dampak positif pada kesehatan masyarakat secara luas. (humas akuakultur umm)
