Succes Story Pondok Babussalam Al Firdaus, Santrinya dari Penjuru Indonesia
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, menjadi salah satu destinasi pendidikan agama Islam dan akademik bagi santri Pondok Modern Babussalam Al Firdaus dari berbagai provinsi di Indonesia.
Itulah opening Pimpinan PM Babussalam Al Firdaus, ustadz Tomy Alvanso, M.Ag, bahwa proses sukses pendidikan mencetak santri dan generasi unggul khoiru ummah dan ahklakhul kharimah penuh perjuangan.

Menurut ustadz Tomy sejarah PM Babussalam Al Firdaus tersebut sejak tahun 2007 didirikan oleh KH Imam Supandi. Saat itu bagunan awal masih satu unit lokal dengan jumlah santri kurang dari 10 orang. Namun seiring berjalannya waktu, santri yang telah lulus mampu bersaing dalam akademik dan keilmuan agama, maka jumlah santri terus meningkat hingga saat ini.

Bahkan awalnya hanya pondok pesantren sekarang sudah berkembang terdapat sekolah formal SMK dan SMP Al Firdaus. Siswa di sekolah formal ini ketika di pondok mempelajari tentang berbagai hal. Diantaranya ubudiyah, ibadah, shalat, kitap-kitap pondok, hingga akhirnya ada hasilnya siswa yang memiliki adab dan ahklak sesuai tuntunan Islam.

Sebagai pondok modern, kata ustadz Tomy –alumni Pondok Gontor Ponorogo- jumlah santri yang terus bertambah setiap tahun berdatangan dari berbagai provinsi di Indonesia. Seperti Papua, Kalimantan, Bali, Lampung, dan Riau.
Mereka memilih PM Babussalam Al Firdaus, disebabkan kualitas pendidikan di pondok serta alumni yang sukses di berbagai bidang. Sehingga para alumni tersebut memberikan rekomendasi untuk belajar di PM Babussalam Al Firdaus.

Detailnya ustadz Tomy menjelaskan program unggulan di Pondok Modern Babussalam Al Firdaus seperti fikih, Al Qur’an, Hadist, tahfidz, hingga, Bahasa Arab.
Selain program agama, juga memiliki program tahunan sebagai ekspresi diri bakat dan talenta siswa. Diantaranya Pekan Khutbatul Arsy (PKA), panggung gembira, porseni, lombha pidato tiga bahasa, lomba tahfidz, lomba tilawah, drama kontes dua bahasa, lomba duta bahasa, pekan kreatif santri, muharram expo, duta kepramukaan, serta pentas seni ustadz dan ustadzah.

Kata ustadz Tomy siswa yang menjadi santri di Ponpes Babussallam Al Firdaus juga mempelajari beberapa kitab fikih. Seperti Darussullughoh, Al Fiqh, Qiraaturrasyidah, At Tamrinat, Amstilah Tasrifiyah, Amsilatul Jumal.
Selain itu juga belajar tentang Bahasa Arab dengan memperdalam Kitabilmu Shorof, Wajani Shorof, Khulasoh Nurulyaqin, Tarikh Islam, Balaghoh Bayan, Ilmu Faroidh, Bulughul Maram, Dinul Islam, Tafsir Madrosi, dan An Nahwu Wadh.

Kitab-kitab ini masih dilengkapi dengan belajar Ushul Tarbiyah Wa Ta’lim, Ushuludin, Tarikh Hadloroh Al Islam, Ushul Fikih, dan Bidayatul Mujtahid.
Menariknya, ustadz Tomy menambahkan saat ini PM Babussalam Al Fidaus sedang membuka jaringan ke luar negeri yakni Mesir dan Yordania bagi santri yang berminat melanjutkan jenjang pen didikan ke Timur Tengah. (humas pm babussalam al firdaus)
