PMM Series Modul Kebhinekaan, Belajar Mengenal-Membuat Batik Nusantara
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) batch 3 kelompok A inbound Universitas Muhammadiyah Malang, didampingi Dosen Modul Nusantara Bapak Abdurrahman Muzakki, M. Pd dengan Liaison Officer Ramadhani Ayu Veirimitha dan Anggun Rahmayanti, melakukan kegiatan modul nusantara kebhinekaan pada Sabtu (25/11/2023) di Gazebo Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang.
Kegiatan berlangsung dengan mahasiswa yang diundang untuk mengenal lebih dekat apa itu batik dan proses pembuatan batik, dari pengenalan motif hingga tahap pewarnaan. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang,mahasiswa PMM, dan juga tentunya seniman batik yaitu Ibu Belinda Dewi Regina S.Pd.,M.Pd yang memberikan inspirasi dan pengetahuan mendalam tentang seni batik.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan seni dan kreativitas mahasiswa, untuk memahami lebih lanjut tentang warisan budaya Indonesia dan berkontribusi pada pelestarian serta penyebaran keberlanjutan seni batik. Dengan keindahan dan kekayaan budaya yang terkandung dalam batik, mari lestarikan warisan nenek moyang kita dan terus mengembangkan kreativitas dalam berkarya.
Belajar mengenal dan membuat batik bukan hanya tentang merajut benang dan warna, tetapi juga tentang merajut sejarah dan keberagaman yang membanggakan. Membatik sangat la seru karna dari membatik ini kita dapat mengetahui mengapa batik-batik yang dijual dipasaran sangat mahal dan apabila jenis batik itu batik tulis dikerenakan butuh perjuangan yang sangat perjuangan ekstra demi mendapatkan batik tulis yang sesuai dan mempunyai karya dan makna seni tersendiri disetiap motif dari batik tulis, tidak hanya itu mengapa batik tulis begitu mahal karena proses tulis yang tidak semudah dibayangkan dan belum lagi proses-proses lainnya seperti mencanting, mewarnai, pemberian water galass, dan tahap terakhir yaitu merebus dan mengeringkan lalu baru la dipasarkan.
Jadi tidak heran mengapa harga batik tulis sangat mahal dan mempunyai makna tersendiri dari setiap moti-motif yang dicipatakan. Tidak hanya batik tulis tetapi juga banyak jenis batik lainnya yang ada dipasaran.
Dan batik menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009, dan pada tanggal itula diperingati sebagai hari batik nasional. Maka berbanggalah kita sebagai warga Negara Indonesia yang mempunyai warisan budaya yang telah diakui oleh dunia. (rilis: pmm pgsd umm)
